Piala Sudirman Trophy Yang Telah 28 Tahun Tak Kembali Ke Indonesia

0
306
Piala Sudirman Trophy Yang Telah 28 Tahun Tak Kembali Ke Indonesia

Piala Sudirman Trophy Yang Telah 28 Tahun Tak Kembali Ke Indonesia – Dari namanya saja yang sangat khas Indonesia kita tentu bisa menyimpulkan kalau kejuaraan Piala Sudirman atau Sudirman Cup ini pasti memiliki kaitannya dengan negara kita. Ya, Piala Sudirman adalah lambang supremasi Tertinggi dunia Bulutangkis untuk kategori Beregu Campuran yang kelahirannya tak lepas dari peran serta Indonesia untuk mengabadikan nama salah satu putra terbaik bangsa di dunia Bulutangkis, Dick Sudirman.

Sekilas Tentang Piala Sudirman

Piala Sudirman merupakan lambang supremasi tertinggi di dunia bulutangkis untuk kategori beregu campuran. Kejuaraan ini merupakan uji ketangguhan sebuah tim / negara dalam seluruh kategori dunia bulutangkis yang dipertandingkan. Ada lima pertandingan yang harus dimainkan dalam kejuaraan Piala Sudirman yaitu Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra dan Ganda Putri serta Ganda Campuran.

Kejuaraan ini merupakan kejuaraan / turnamen penyeimbang dua kejuaraan bergengsi dunia lainnya yang lebih dahulu lahir yaitu Thomas Cup ( Beregu Putra ) dan Uber Cup ( Beregu Putri ) di dunia bulutangkis.

Tentang Nama Sudirman

Dick Sudirman Bapak Bulutangkis Indonesia
Dick Sudirman Bapak Bulutangkis Indonesia

Banyak dari orang-orang yang ada di Indonesia salah interpretasi dengan mengaitkan Sudirman yang ada di nama kejuaraan ini dengan nama Pahlawan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Padahal sebenarnya bukan !! Nama Sudirman yang ada di kejuaraan ini diambil dari nama Bapak bulutangkis Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai ketua PBSI, Dick Sudirman.

Dick Sudirman memiliki nama yang harum tidak hanya di Indonesia namun bahkan mendunia. Peran dan jasa beliau dalam memajukan dunia bulutangkis dunia tak terbantahkan. Salah satu dari jasanya bagi dunia bulutangkis Internasional adalah memadukan dua badan dunia Bulutangkis IBF dan WBF.

Atas jasa Dick Sudirman yang memiliki teman di kedua badan dunia bulutangkis tersebut akhirnya kedua perwakilan setuju untuk mengadakan pertemuan informal di Bandung pada tanggal 28 Mei 1979. Pertemuan ini akhirnya bermuara pada penyatuan kembali kedua badan bulutangkis dunia ini pada tahun 1981.

Dick Sudirman yang menderita Stroke meninggal dunia pada tanggal 10 Juni 1986. Teman lama sekaligus Wakil Ketua PBSI Suharso Suhandinata mengirimkan sebuah surat kepada presiden IBF saat itu Arthur Jones yang menyatakan keinginan Indonesia untuk mengadakan sebuah turnamen bulutangkis untuk mengenang jasa dari Dick Sudirman.

Gagasan ini disetujui oleh IBF setelah lebih dahulu menggelar sejumlah rapat internal. Menurut IBF akan sangat bagus apabila kejuaraan ini adalah kejuaraan dunia beregu campuran karena saat itu hanya kejuaraan ini yang belum ada setelah lebih dahulu ada Thomas dan Uber Cup.

Indonesia juga dipercaya untuk menggelar kejuaraan Sudirman Cup edisi perdana yang akan dilangsungkan pada tahun 1989 serta mempercayakan Indonesia untuk membuat sebuah trophy kejuaraan baru ini. Dan layaknya kejuaraan beregu Thomas dan Uber Cup kejuaraan Sudirman Cup ini juga dilangsungkan selama dua tahun sekali.

Piala Sudirman

Trophy Sudirman Cup
Trophy Sudirman Cup

Piala Sudirman, seperti Piala-Piala kejuaraan besar lainnya di dunia bulutangkis merupakan hasil karya yang sangat luar biasa. Piala ini sangat unik karena melambangkan penyatuan elemen bulutangkis dengan warisan budaya Indonesia.

Dibuat untuk menghormati Dick Sudirman, Trophy Piala Sudirman ini terbuat dari emas 22 karat. Memiliki tinggi yang mencapai 80 cm dan memiliki alas dari kayu jati Jawa yang terkenal. Tubuh Piala ini berbentuk seperti Shuttlecock dan pada bagian tutupnya dirancang replika Candi Borobudur. Pada bagian tangkai atau pegangannya berbentuk seperti benang sari yang melambangkan benih dari bulutangkis.

Proses pengerjaan trophy ini di lakukan oleh sebuah perusahaan di Bandung, Masterix dan total pembuataannya mencapai 15 ribu US Dollar.

Jakarta – Kejuaraan Piala Sudirman I

Edisi pertama kejuaraan Piala Sudirman ini berlangsung pada tanggal 24-29 Mei 1989 di Istora Senayan Jakarta. Dan Indonesia langsung menjadi juara pertama kejuaraan ini setelah di babak final mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2.

Total negara yang berpartisipasi kala itu mencapai 28 negara termasuk beberapa negara kuat seperti China, Malaysia, Inggris, Denmark dan Korea Selatan.

Namun sayang itulah terakhir kalinya Piala Sudirman berada di tanah kelahirannya. Hingga kini telah berlangsung 28 tahun kejuaraan ini belum sekalipun lagi mampu dibawa pulang ke Indonesia.

China justru menjadi negara tersukses di kejuaraan ini dengan meraihnya sebanyak 10 kali yang di ikuti oleh Korea Selatan Tiga kali. Sepanjang sejarah memang baru ada tiga negara yang mampu mengangkat kejuaraan ini.

Piala Sudirman 2017 ini, Indonesia kembali gagal setelah kandas di babak penyisihan grup. Hal ini tentu ironi mengingat negara kita dahulu pernah dianggap sebagai yang terbaik di dunia bulutangkis dunia.

Entah sampai kapan, Sudirman Cup ini akan melanglang buana di negri orang, kita hanya berharap semoga suatu hari kelak Piala ini dapat kembali dibawa pulang ke tanah kelahirannya.