Review Real Madrid : Double Gelar Tanda Kebangkitan Dinasti Baru

0
248
Review Real Madrid : Double Gelar Tanda Kebangkitan Dinasti Baru

Review Real Madrid 2016 : Double Gelar Tanda Kebangkitan Dinasti Baru – Musim 2016/2017 tidak ada tim yang memiliki prestasi secemerlang Real Madrid, yang memenangkan kembali trophy Liga Spanyol yang pertama sejak musim 2011/2012 serta tentu saja keberhasilan mereka kembali menjadi juara Liga Champions sejak terakhir kali melakukannya secara beruntun tahun 1958. Itu belum lagi dengan meraih gelar Super Cup UEFA dan Piala Dunia Antar Klub. 

DAFTAR SBOBET GRATIS DAN CASHBACK 10% UNTUK SPORTSBOOK

Rangkaian prestasi ini tentu menjadi tanda-tanda positif bagi tim yang musim ini menjadi musim penuh pertama bagi Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala.

Musim Real Madrid sendiri dimulai dengan cemerlang, pemain baru Marco Asensio mencetak gol dalam kemenangan melawan Sevilla di Piala Super UEFA dan juga di pembuka La Liga ketika menang 3-0 atas Real Sociedad. Seiring musim bergulir, Los Blancos mulai perlahan menurun yang memunculkan kekhawatiran kalau Zidane tampaknya tidak mampu mempertahankan tim yang di penuhi pemain bintang ini.

Tuduhan mulai muncul kalau Zidane tak mampu menyatukan tim dan kemenangan hanya berkat aksi individu para pemain semata bukan atas kerjasama tim.

Tapi disaat keraguan muncul dan masuk di bulan November Real Madrid bangkit lagi dan menampilkan penampilan terbaik mereka sejauh itu dengan mengalahkan Atletico Madrid 3-0 lewat hat-trick Cristiano Ronaldo dan penampilan luar biasa dari Isco. Seolah menjadi tanda bahwa keduanya akan menjadi bintang di musim ini.

Clasico pertama datang dan berakhir dengan imbang 1-1 di Barcelona lewat gol di menit terakhir oleh Sergio Ramos. Real Madrid membulatkan tahun 2016 dengan meraih gelar juara Piala Dunia Antar Klub. Dan tidak seperti tahun-tahun terdahulu, tidak ada hasil-hasil jeblok usai pergantian tahun yang terjadi di musim ini.

Para Pemain Usai menjadi juara La Liga
Para Pemain Usai menjadi juara La Liga

Los Blancos terus menginjak pedal gas dalam-dalam untuk terus berlari sendirian di depan. Satu-satunya noda mereka dapatkan ketika peluang untuk meraih treble winner sirna usai disisihkan oleh Celta Vigo di kejuaraan Copa del Rey. Tapi di Liga, Madrid mendominasi dengan Sergio Ramos terus mencetak gol yang mencapai raihan gol tertingginya sepanjang karir di musim ini.

Di Eropa, mereka di pertemukan dengan rival lama, Bayern Munchen di babak perempat final. Babak perempat final ini merupakan babak yang penuh dengan drama di Liga Champions. Kesalahan wasit baik di leg 1 dan 2 seolah memberikan keuntungan kepada Real Madrid. Namun tentu saja kapasitas yang mereka miliki pula yang menentukan mereka dapat melangkah menjadi juara di musim ini.

Terutama kapasitas yang di miliki oleh Cristiano Ronaldo yang tanpa ampun mencetak total Lima gol di pertandingan dua leg melawan Bayern Munchen. Dibantu oleh kebijakan rotasi pemain yang ketat dari Zidane, Ronaldo mampu menemukan dirinya sebagai pencetak gol ulung dalam pertandingan-pertandingan besar nan menentukan.

Sementara pemain lainnya terus menjaga tim untuk berada di depan di La Liga, terutama lewat aksi-aksi Alvaro Morata yang terus mencetak gol walau sebagai pemain pengganti dan Nacho yang menjaga di garis belakang.

Gol Lionel Messi di menit akhir pertandingan dalam Clasico tahun 2017 memang mematahkan hati para penggemar Real Madrid, namun hal tersebut tak mampu untuk menghentikan momentum Real Madrid di kompetisi domestik.

Los Morengues bahkan bermain mengesankan ketika di babak semifinal Liga Champions melawan rival sekotanya Atletico Madrid. Sementara di La Liga, kartu truf penting mulai dijalankan oleh Zinedine Zidane, satu pertandingan sisa yang belum dimainkan akhirnya tiba, melawan Celta Vigo yang berhasil dimenangkan dengan gemilang hingga bermain nyaman untuk kemenangan atas Malaga di pertandingan terakhir yang merebut mahkota La Liga kembali ke Madrid yang pertama dalam lima tahun terakhir.

Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo dua figur penting keberhasilan Real Madrid Musim 2016/2017
Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo dua figur penting keberhasilan Real Madrid Musim 2016/2017

Usai berpesta menjadi juara La Liga, Juventus telah menunggu dan diperkirakan akan menjadi batu sandungan, tantangan terberat Real Madrid di musim ini, termasuk kami, Mantapbola yang memberikan prediksi justru untuk kemenangan Juventus ( maaf ya untuk pendukung Real Madrid ). Dan hal itu, setidaknya hingga babak pertama berakhir menunjukkan tanda-tanda demikian, setelah bermain imbang 1-1.

Namun sekali lagi, takdir memang menjadikan tahun ini miliknya Real Madrid. Di babak kedua mereka tampil menggila dengan mencetak tambahan tiga gol lagi untuk menggenapkan kemenangan mereka menjadi 4-1, salah satu yang terbesar di Final Liga Champions.

Pemain Terbaik Tahun ini

Cristiano Ronaldo, Pemain Terbaik Madrid Musim 2016/2017
Cristiano Ronaldo, Pemain Terbaik Madrid Musim 2016/2017

Memilih pemain terbaik di tahun ini akan menimbulkan perdebatan panjang apabila digelar di bulan Maret. Namun jika berbicara hingga akhir musim, tak diragukan Cristiano Ronaldo adalah pemain utama Real Madrid. Dia mencetak 10 gol yang begitu menakjubkan di Liga Champions mulai dari babak perempat final hingga akhirnya menjadi juara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ronaldo justru tiba di penghujung musim dengan kondisi kebugaran yang kurang optimal. Namun sebaliknya hasilnya justru maksimal. Ia mulai sering mendapatkan rotasi dan di istirahatkan oleh Zidane untuk menjaga bentuk terbaiknya di atas lapangan dan hasilnya … Luar Biasa !

Pelatih 

Kredit bagi Zinedine Zidane atas Double Gelar Real Madrid Musim 2016/2017
Kredit bagi Zinedine Zidane atas Double Gelar Real Madrid Musim 2016/2017

Kredit terbesar atas penampilan luar biasa Cristiano Ronaldo musim ini pantas diberikan kepada Zinedine ZIdane yang melakukan banyak hal yang tak banyak manajer lain mampu lakukan. Ia mampu menyakinkan bintang Portugal tersebut untuk mengambil istirahat dalam beberapa pertandingan di musim ini.

Kepercayaan yang diberikan kepada pemain-pemain lainnya seperti Morata, Isco, Nacho dan Mateo Kovavic yang sering mendapatkan giliran bermain walau tak banyak juga layak di apresiasi.

Pelatih berusia 44 tahun tersebut juga menunjukkan sisi fleksibilitas taktisnya yang memungkinkan Isco berkilau di musim ini. Ia memberikan ruang bagi Isco untuk bekerja sama dengan Ronaldo yang memberikan efek dahsyat musim ini serta mendorong Marcelo untuk lebih bermain ke depan.

Semuanya berkat peran dan kejeniusan dari Zidane yang memimpin Los Blancos ke musim bersejarah mereka yang membuat mimpi Madridistas akan era kejayaan dominasi La Liga dan Eropa terwujud di musim ini.

Jika anda merupakan seorang penggemar sepakbola yang menyenangi taruhan dan judi bola, kami undang anda melakukan pendaftaran bersama kami untuk mendapatkan sebuah akun gratis Sbobet & Maxbet. Untuk melakukannya silahkan klik tautan Pendaftaran yang ada di bawah ini :