Apa Warisan Luis Enrique di Barcelona ?

0
298
Apa Warisan Luis Enrique di Barcelona ?
Apa Warisan Luis Enrique di Barcelona ?

Apa Warisan Luis Enrique di Barcelona ? – Manajer Barcelona selama tiga musim terakhir ini, Luis Enrique sudah dipastikan akan keluar dari Camp Nou usai Copa del Rey dan jelas ia tak bisa dibandingkan dengan apa yang telah diraih oleh Pep Guardiola, namun warisan yang ditinggalkannya masih merupakan hasil yang patut untuk dibanggakan.

Luis Enrique meninggalkan Barcelona dengan kepala tegak. Kemenangan di La Liga dan Liga Champions mungkin menghindarinya membuat pesta perpisahan dengan lebih bergaya, namun kemenangan di Copa del Rey lewat gol-gol dari Lionel Messi, Neymar dan Paco Alcacer mengartikan ia telah mengangkat trofi kesembilan dalam tiga tahun.

Ini adalah sebuah catatan spesial yang menempatkannya diantara manajer paling sukses dalam sejarah Barcelona. Dari tiga tahunnya tersebut setiap musim ia selalu mengangkat sebuah medali juara sejak mulai dipercaya mengambil alih kursi manajerial di Barcelona tahun 2014 lalu.

Namun, ketika anda memutuskan untuk menerima pekerjaan di Camp Nou maka ekspektasi dan harapan akan selalu tinggi. Terlebih bayangan Pep Guardiola dengan prestasinya menghantui setiap pelatih yang bertugas. Bahkan apa yang ditinggalkan oleh Guardiola masih menjadi warisan yang digunakan oleh Barcelona saat ini.

Tentu, tak ada yang membantah peran Guardiola dalam membentuk tim yang telah ia warisi pula. Fondasi telah terbentuk di tim ini sejak Guardiola memutuskan untuk meninggalkan klub. Di Barcelona masih ada Gerard Pique, Sergio Busquets, Anders Iniesta dan Messi yang kesemuanya ini merupakan pemain inti.

Namun tentu saja anda tidak pula boleh melupakan apa yang telah dikerjakan oleh Luis Enrique. Patut kita ingat, Barcelona tidak memenangkan apa pun di bawah Tata Martino. Neymar berjuang untuk bisa memenuhi harapan, Carles Puyol sudah pensiun dan Xavi Hernandez akan menjadi pemain berikutnya.

Barcelona perlu memperbaiki pedekatan mereka dan Luis Enrique berhasil melakukan hal tersebut. Dengan Xavi yang mulai berkurang kekuatannya dan kedatangan Luis Suarez dari Liverpool, Luis Enrique secara bertahap mengalihkan tekanan dari lini tengah ke lini depan. Dari tahun ke tahun sepakbola Barcelona menjadi lebih langsung bahkan terkadang melewati lini tengah sama sekali.

Penurunan jumlah passing Busquets dari musim ke musim menjelaskan kalau Barcelona telah berubah
Penurunan jumlah passing Busquets dari musim ke musim menjelaskan kalau Barcelona telah berubah

Hal ini bukannya tanpa kritik. Banyak yang melakukan kritik pedas terhadapnya yang menganggapnya telah melupakan esensi dari permainan Barcelona yang telah ditanamkan oleh para tokoh sebelumnya seperti Pep Guardiola, Frank Rijkaard atau Johan Cruyff.

Tapi pergeseran gaya main tersebut membawa kesuksesan besar. Messi, Suarez dan Neymar mencetak total 122 gol saat Barcelona merayakan Treble Winner di musim pertama Luis Enrique. Mereka bahkan melewati catatan tersebut di musim kedua dengan melesakkan 134 gol saat Barca meraih juara ganda.

Guardiola mungkin telah menciptakan tim terbaik yang pernah ada, tapi tidak pernah ada aksi membobol gawang lawan segila trio MSN – nya Luis Enrique.

Para pengeritiknya akan membantah bahwa Messi, Suarez dan Neymar akan membuat pekerjaan Manajer menjadi mudah. Namun tetap saja gaya dan sistem permainanlah yang membuat seluruhnya bisa berkembang. Perubahan pendekatan dan gaya main dari Barcelona tidak lah dibuat khusus untuk orang-orang tertentu tetapi untuk semuanya dan dengan gaya baru tersebut Trio MSN masih terus memberikan gelar.

Hingga akhirnya masalah tersebut timbul, yaitu masalah ketergantungan kronis kepada Trio MSN ini. Saat ketiga pemain ini sedang loyo seperti ketika Neymar yang jumlah golnya menurun drastis dari 31 ke 19 musim ini, menjelaskan betapa beratnya mereka.

Sementara tim rival mereka Real Madrid dapat memanggil Alavaro Morata, Isco dan James Rodriguez untuk melewati masa-masa sulit, Barcelona kehilangan momentum. Messi dan Neymar memang menjadi pencetak gol di laga terakhir musim ini di Copa de Rey namun total gol trio MSN kembali jatuh ke angka 111 musim ini.

DAFTAR GRATIS SBOBET BOLA MINIMAL DEPOSIT 50 RIBU RAIH CASHBACK 10% UNTUK SPORTSBOOK

Messi merayakan golnya ke gawang Alaves
Messi merayakan golnya ke gawang Alaves

Hal ini di perparah dengan tambahan pemain baru, rekrutan baru berbiaya mahal yang tak langsung mampu beradaptasi dengan tim seperti Andre Gomes dan Paco Alcacer. Dan tentu saja kekalahan yang diderita oleh Barcelona musim ini dari PSG, Deportivo, Malaga dan Juventus. Tidak hanya fans bahkan Busquets dan Iniesta juga mempertanyakan taktiknya kala Barcelona menelan kekalahan 0-4 dari PSG

Itulah sosok Luis Enrique, ia tidak pernah bisa mendapatkan pujian yang sama seperti yang didapatkan oleh Guardiola. Ia memang mendapatkan Spanduk besar dari pendukung Barcelona bertuliskan ” Selamanya Salah Satu Dari Kami ” kala melawan Eibar akhir pekan lalu, tapi sekali lagi ia tidak akan mendapatkan apa yang telah diraih oleh Pep Guardiola sewaktu ia masih membesut Barcelona.

Ia lebih sering tampil jauh menyendiri yang bahkan menganggap tugas media tidak lebih dari sekedar ketidaknyamanan yang menyebalkan.

Tapi pada akhirnya semua akan kembali ke angka. Total Sembilan Piala dalam tiga tahun mungkin tidak cukup sesuai dengan penampilan Guardiola yang memperoleh 14 gelar dalam Empat tahun, tapi perlu di catat hanya ada dua pelatih di Barcelona yang memiliki koleksi gelar juara lebih banyak darinya yaitu Pep Guardiola dan Johan Cruyff.

Luis Enrique memiliki rasio kemenangan lebih tinggi dibandingkan Pep Guardiola
Luis Enrique memiliki rasio kemenangan lebih tinggi dibandingkan Pep Guardiola

Padahal rasio kemenangan yang diperolehnya justru sebenarnya lebih baik dibandingkan Pep Guardiola. Ia berhasil meraih 138 kemenangan dalam 181 pertandingan atau memiliki tingkat persentase kemenangan sebesar 76,2 persen. Bahkan di musim ini Barcelona hanya finish tiga poin lebih kecil dibandingkan Real Madrid sebagai juaranya.

Kampanye Liga Champions mereka memberikan salah satu ” Comeback ” terbesar dalam sejarah olahraga. Dan dengan kemenangan di Copa del Rey Sabtu kemarin memastikan ada satu momen terakhir yang bisa ia nikmati.

Mungkin saja sepeninggal dirinya, para fans, supporter dan pendukung Barcelona akan saling berbeda pendapat tentang masa 3 tahunnya di Barcelona, namun yang jelas ia telah meninggalkan warisan yang membanggakan.

Pelatih berikutnya lah yang akan bertanggung jawab akan hal tersebut dan akan memiliki pekerjaan tambahan untuk mencocokkannya dengan sistem yang telah ada.

Jika anda merupakan seorang penggemar sepakbola yang menyenangi taruhan dan judi bola, kami undang anda melakukan pendaftaran bersama kami untuk mendapatkan sebuah akun gratis Sbobet & Maxbet. Untuk melakukannya silahkan klik tautan Pendaftaran yang ada di bawah ini :