Pertandingan Terbaik dan Terburuk Klub Liga Inggris Sepanjang Tahun 2016

0
292
Pertandingan Terbaik dan Terburuk Klub Liga Inggris Sepanjang Tahun 2016
Pertandingan Terbaik dan Terburuk Klub Liga Inggris Sepanjang Tahun 2016

Mantapbola.com, – Tahun 2016 adalah tahun yang menarik di Liga Inggris, mulai dari keluarnya Leicester City menjadi juara dengan perbandingan 5000/1 hingga persaingan menjauhi zona degradasi yang sangat ketat.

Selain itu, kedatangan para manager-manager terbaik di dunia ke liga Inggris menjadi magnet tersendiri dan menambah keseruan Premier League. Joseph Guardiola menjadi manager Manchester City dari Bayern Munchen, Antonio Conte menjadi pembesut strategi Chelsea yang di musim 2015/2016 hancur lebur setelah menjadi juara musim sebelumnya.

Jose Mourinho pun kembali ke pinggir lapangan, kali ini bersama raksasa Manchester United. Lantas apa yang menarik dari klub favoritmu sepanjang tahun 2016 ? Pertandingan mana yang kalian anggap menjadi yang terbaik ? atau mana yang terburuk ?

Berikut para pembaca yang budiman, kami sajikan pertandingan terbaik dan terburuk tiap-tiap tim di tahun 2016… selamat menikmati

  • Arsenal
  • Terbaik : 14 Februari, Kemenangan Menit Terakhir Atas Leicester City

Arsenal menghidupkan kembali peluangnya menjadi juara di musim 2015/2016 lewat kemenangan dramatis 2-1 atas pemimpin klasemen Leicester City di Emirates Stadium. Setelah hampir seluruh penonton mengira pertandingan akan berakhir seri 1-1, Danny Welbeck menjadi pahlawan kemenangan Arsenal lewat tandukannya di injury time.

Danny Welbeck merayakan golnya kegawang Leicester City
Danny Welbeck merayakan golnya kegawang Leicester City

Leicester saat itu harus bermain dengan 10 orang sepanjang pertandingan babak kedua setelah Danny Simpson menerima kartu kuning kedua yang mengharuskannya keluar dari lapangan pertandingan. Bermain melawan 10 orang jelas saja Arsenal berada di atas angin. Namun setelah serangkaian serangan yang selalu kandas dibarisan pertahanan The Fox, Arsenal akhirnya menemukan kemenangannya di menit injury time.

Gol dari Welbeck tersebut seolah ledakan euforia di Emirates Stadium dan oleh Arsene Wenger digambarkan sebagai ” Momen terpenting ” dalam usaha Arsenal meraih gelar juara.

Akhir musim, Arsenal gagal mengalahkan Leicester City di ajang perebutan gelar juara liga Inggris. Namun paling tidak The Gunner berhasil melompati rival utamanya, Tottenham Hotspur di peringkat kedua klasemen akhir.

  • Terburuk : 2 Maret, Kalah 2-1 dari Swansea yang meningkatkan tekanan terhadap Wenger
Kalah 2-1 dari Swansea City meningkatkan tekanan bagi Arsene Wenger
Kalah 2-1 dari Swansea City meningkatkan tekanan bagi Arsene Wenger

Memulai tahun 2016, Arsenal berada di posisi yang bagus untuk terus menekan pimpinan klasemen Leicester City. Namun memasuki bulan Maret mereka mulai menyadari harapan untuk meraih gelar pertama sejak 12 tahun lalu, perlahan-lahan mulai meredup.

Hanya meraih dua poin dari kemungkinan maksimal 9 poin melawan Liverpool, Stoke City dan Chelsea tentu jauh dari ideal. Tetapi kemenangan atas Leicester City di menghidupkan kembali peluang Arsenal.

Namun malangnya, kekalahan dari Manchester United disusul oleh kekalahan mengejutkan dari Swansea City di Emirates Stadium, menjauhkan kembali jarak yang ada menjadi 6 poin dengan Leicester. Kali ini tampaknya sudah jauh berada dalam jangkauan Arsenal. Hasil ini bahkan menjadikan beberapa fans dan suporter Arsenal mulai meneriakkan yel-yel kepergian Arsene Wenger.

Pada akhirnya, Leicester menjadi juara dan Wenger masih tetap menjadi manager, menggenapi 20 tahun masa baktinya bersama Arsenal di bulan Oktober lalu. Jelas tugas utamanya kini adalah menghadirkan trophy liga Inggris yang terakhir di peroleh tahun 2004.

  • Bournemouth
  • Terbaik : 4 Desember, Comeback sensasional mengalahkan Liverpool

Sukses mendatangkan Jack Wilshere dengan status pinjaman diawal musim, Bournemouth cukup mantap menatap musim baru 2016/2017. Hal tersebut dipertebal dengan kemenangan sensasional melawan Liverpool di bulan Desember dengan skor 4-3.

Tertinggal dengan skor 1-3 hingga pertandingan tersisa 14 menit lagi, Pemain belia asal Skotlandia, Ryan Fraser menjadi sumber inspirasi kemenangan Bournemouth.

Diawali dari mendapatkan hadiah penalti yang diselesaikan dengan sempurna oleh Callum Wilson, Fraser kemudian mencatatkan skor atas nama dirinya sendiri lantas menjadi pemain yang berkontribusi untuk gol dari Steve Cook yang menyamakan skor menjadi 3-3.

Tapi aksi Fraser belum terhenti sampai disana, Bournemouth yang kian bersemangat untuk mengejar kemenangan berhasil mencetak gol terakhir lewat Nathan Ake tepat jelang pertandingan akan berakhir. Skor 4-3 menjadi penanda keseriusan Bournemouth menjadi salah satu kandidat tim yang akan bertahan musim depan.

Hasil yang luar biasa tentunya, mengingat ini adalah kemenangan pertama mereka atas Liverpool dan tak hanya itu saja ini menjadi kemenangan pertama mereka pula melawan tim-tim Top Four liga Inggris.

  • Terburuk : 1 Juli, Matt Ritchie meninggalkan klub ke Newcastle United
Matt Richie Hijrah ke Newcastle United dengan Harga 12 juta Pounds
Matt Richie Hijrah ke Newcastle United dengan Harga 12 juta Pounds

Sejatinya, Bournemouth tidak dijagokan untuk mampu bertahan di liga Inggris, namun mereka membuktikan mampu bertahan dan nyaman berada di atas zona degradasi. Namun Bournemouth menerima pukulan telak saat pemain kunci yang berjasa atas keberhasilan Bournemouth promosi dan sukses bertahan semusim kemudian, Matt Ritchie memilih untuk meninggalkan klub dan bergabung dengan Newcastle United.

Pemain internasional Skotlandia tersebut memainkan hampir seluruh pertandingan bersama Bournemouth saat mendapatkan promosi di musim 2014/2015 dan mencetak gol yang dianggap para fans terbaik selama semusim saat melawan Sunderland untuk menghindari Bournemouth berada di zona degradasi.

Ketidakmampuan Bournemouth bersaing dengan Newcastle dalam hal finansial menjadi salah satu alasan hijrahnya Richie. ” Kami tidak senang dengan kepergiannya ” kata Eddie Howe selaku manajer tim. ” Namun realitanya, kami tidak mampu bersaing secara finansial dengan Newcastle United dan sang pemain sendiri memutuskan untuk pindah “

  • Burnley
  • Terbaik : 7 Mei, Raih Promosi 
Para Pemain Burnley sedang merayakan keberhasilan mereka promosi ke Premier League
Para Pemain Burnley sedang merayakan keberhasilan mereka promosi ke Premier League

Di liga dimana konsistensi adalah hal wajib yang dipenuhi oleh setiap klub demi menggapai ambisinya, rekor tak terkalahkan Burnley dalam 23 pertandingan di divisi Championship tentu berarti banyak atas keberhasilan mereka meraih tiket promosi ke Premier League.

Setelah mendapatkan kepastian menjadi salah satu tim yang mendapatkan tiket promosi saat berhasil mengalahkan QPR dengan skor 1-0. Lima hari kemudian, Burnley sukses meraih kemenangan 3-0 atas Charlton yang membawa mereka naik ke peringkat pertama yang berarti lolos langsung ke Premier League.

Setelah kemenangan atas QPR tersebut Dyche menyebut : ” Dua tahun lalu, kami berada di bawah radar namun tahun ini kami menyelesaikan musim dengan rekor 22 kali tanpa kekalahan dan meraih tiket promosi. Ini sangat menakjubkan “

  • Terburuk : 21 November, Menderita kekalahan atas West Brom

Langkah hebat Burnley masih berlanjut di kasta pertama sepakbola Inggris, Premier League. Mereka mengalahkan Everton, menahan imbang Manchester United di Old Trafford dan kemudian menghajar Crystal Palace di kandang. Jadwal berikutnya adalah perjalanan ke West Brom dalam pertandingan hari Minggu dengan rasa optimistis.

Namun kejadian mengejutkan terjadi, mereka digunduli oleh WBA dengan skor amat telak 4-0. Keperkasaan dalam beberapa pertandingan terakhir seolah hilang tanpa bekas.

  • Chelsea
  • Terbaik : 1 Oktober, Merubah Sistem dan Pola Permainan Menjadi 3-4-3

Empat kemenangan di awal Premier League tampak seolah menyakinkan, dan Antonio Conte tampaknya memulai kerjanya di Chelsea dengan menjanjikan. Namun seluruhnya berubah 180 derajat ketika dirinya menemukan timnya kesulitan mendapatkan kemenangan dalam pertandingan sesudahnya.

Gagal dan kembali gagal meraih kemenangan mulai meningkatkan tekanan kepada juru racik dari Italia tersebut. Kekalahan 0-3 dari Arsenal mulai menempatkan dirinya menjadi spekulasi para fans akan masa depannya di Stamford Bridge.

Perubahan dramatis mulai terjadi ketika dengan jitu Antonio Conte merubah pola permainan dari 4-3-3 jadi 3-4-3. Kemenangan pertama hadir saat melawan Hull 2-0 dan semenjak itu dari tim pesakitan mereka menjelma menjadi favorit kuat menjuarai Premier League musim ini.

Chelsea memuncaki tabel klasemen saat Natal dengan keunggulan 6 poin diatas peringkat kedua Liverpool. Hebatnya mereka meraihnya lewat proses 11 kemenangan beruntun termasuk diantaranya mengalahkan Manchester United, Everton, dan Manchester City serta comeback saat melawan Tottenham Hotspur.

  • Terburuk : 15 Mei, Finish di peringkat 10 dan absen di Eropa
Sunderland berhasil menang 3-2 di Stamford Bridge
Sunderland berhasil menang 3-2 di Stamford Bridge

Gagal meraih kemenangan dalam 4 pertandingan terakhirnya di musim 2015/2016 membawa Chelsea hanya finish di peringkat ke 10 ( terburuk dalam 20 tahun terakhir ). Hasil tersebut menjadikan mereka harus absen di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak dua dekade terakhir dan memutus rangkaian keikutsertaan mereka di liga Champions sebanyak 13 kali beruntun.

Dan tentu saja, mereka menjadi juara bertahan terburuk dalam sejarah Premier League, dimana Chelsea hanya mampu meraih 12 kali kemenangan saja. Hal ini tergantikan oleh Leicester City beberapa bulan kemudian sebagai juara bertahan terburuk.

  • Crystal Palace
  • Terbaik : 21 Mei, Final Piala FA Pertama sejak 26 tahun terakhir
Jason Puncheon membawa Crystal Palace unggul atas Manchester United
Jason Puncheon membawa Crystal Palace unggul atas Manchester United

Ya, memang Crystal Palace menelan kekalahan di pertandingan ini melawan Manchester United, setelah Jesse Lingard mencetak gol kemenangan di 10 menit terakhir menjelang berakhirnya babak tambahan waktu.

Namun jangan lupakan, Manchester United meraihnya dengan harus bekerja keras terlebih dahulu. Palace bahkan unggul hingga 12 menit pertandingan akan berakhir lewat Jason Puncheon.

Namun setelahnya jalan terjal harus mereka lalui, mulai dari Juan Mata yang mencetak gol penyama yang memaksa dilakukannya babak perpanjangan waktu, di ikuti oleh gol dari Lingard yang memutus harapan Palace menjadi juara Piala FA.

  • Terburuk : 17 Desember 

Di awal musim 2015/2016, Crystal Palace adalah tim yang tak pernah berada di zona degradasi. Ya awal musim mereka menjadi salah satu tim kuda hitam yang diperhitungkan untuk berada di papan tengah keatas berkat permainannya yang konsisten.

Namun menjelang Natal hingga paruh kedua musim performa ini mulai membentur karang. Diawali dari pertandingan melawan Chelsea yang diwarnai oleh aksi Walk Out dari para suporter yang melakukan protes atas performa tim yang menelan 21 kekalahan di tahun 2016.

Di pertandingan, gol Diego Costa menambah derita Palace yang menelan kekalahan ke 22 kalinya. Dengan hanya 6 kali meraih kemenangan sepanjang tahun 2016, ini akan menjadi salah satu yang akan dilupakan oleh para penggemarnya.

  • Everton
  • Terbaik : 31 Agustus, Lukaku memutuskan untuk Tetap di Everton
Lukaku tetap di Everton setelah nyaris pindah di awal musim
Lukaku tetap di Everton setelah nyaris pindah di awal musim

Kontribusi Romelu Lukaku bagi Everton tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Dirinya menjadi lumbung gol bagi Everton di setiap pertandingan. Namun musim lalu dirinya mengejutkan para fans dan suporter dengan mengatakan dirinya ingin bermain di liga Champions yang diartikan sebagai keinginan dirinya untuk pindah klub.

Dengan telah perginya salah satu bintang pemain belakang mereka, John Stones yang hijrah ke Manchester City dengan harga 50 juta pounds kepergian Lukaku tentu menjadi malapetaka bagi Everton.

Untungnya hingga ditutupnya bursa transfer musim panas, Lukaku masih tetap berada di Goodison Park. Hasil tersebut tak lepas dari usaha managemen yang terlihat serius menatap musim ini yang mendatangkan Yannick Bolasie dan beberapa pemain lainnya.

  • Terburuk : 12 Mei, Martinez dipecat 
Roberto Martinez, kini manager Belgia saat didepak dari Everton
Roberto Martinez, kini manager Belgia saat didepak dari Everton

Roberto Martinez membawa Everton ke Semifinal dalam dua ajang Piala ( FA dan Liga ) musim lalu tapi gagal melangkah lebih jauh lagi serta performa mereka yang buruk di liga menjadi salah satu penyebab dipecatnya dirinya oleh pihak manajemen.

Tekanan terhadap dirinya memang telah meningkat pesat dalam beberapa bulan menjelang berakhirnya liga Inggris. Ditandai dengan dibentangkannya spanduk-spanduk bertuliskan kepergian dirinya oleh para fans dan suporter Everton.

Hanya meraih sekali kemenangan dalam 10 pertandingan memaksa dirinya untuk meninggalkan klub yang telah hampir 3 tahun dibesutnya.

  • Leicester City
  • Terbaik : 2 Mei, Juara Liga Inggris Untuk Pertama Kalinya
Para pemain Leicester City berkumpul di rumah Jamie Vardy dan merayakan keberhasilan menjadi juara
Para pemain Leicester City berkumpul di rumah Jamie Vardy dan merayakan keberhasilan menjadi juara

Cerita perjalanan sebuah klub menjadi juara terbaik yang pernah ada. Mungkin kesuksesan dan dongeng dari Leicester City ini akan terus diperbincangkan hingga beberapa tahun kedepan. Leicester City menjadi juara liga Inggris untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub tersebut dengan koefisien berada di angka 5000/1.

Jamie Vardy yang melakukan pesta di rumahnya bahkan sempat menjadi viral saat itu. Faktanya memang seluruh punggawa Leicester City hadir di rumah Vardy saat itu menyaksikan pertandingan antara Chelsea melawan Tottenham yang berakhir 2-2. Hasil yang secara resmi menjadikan Leicester City menjadi juara.

Pada akhirnya, Leicester menjadi juara dengan keunggulan 10 poin dari peringkat kedua, Arsenal. Dan menghadirkan Andrea Bocelli untuk menyanyikan lagu kemenangan di pertandingan terakhir Premier League di King Power Stadium. Siapa yang berani menduga hal tersebut 12 bulan yang lalu ?

  • Terburuk : 26 November, Leicester berada di zona degradasi

Setelah musim terhebat, Leicester justru berada di ujung tanduk musim berikutnya dalam usahanya mempertahankan gelar liga Inggris. Bahkan banyak yang menduga kalau tim asuhan Claudio Ranieri ini akan terdegradasi musim ini.

Bahkan Claudio Ranieri sendiri mengakui kalau timnya saat ini harus mulai melupakan musim lalu, dan fokus terhadap musim ini jika tetap ingin bermain di kasta sepakbola tertinggi di Inggris tersebut.

Tampaknya fokus mereka yang lebih mengedepankan perjalanan di Eropa dibandingkan kompetisi domestik mulai harus dievaluasi kembali atau resiko terbesar akan terjadi, degradasi.

  • Liverpool
  • Terbaik : 6 November, Kembali Ke Puncak Setelah 2 setengah tahun

Bersama manager asal Jerman, Jurgen Klopp Liverpool tampak seolah memiliki banyak poin yang diperoleh. Salah satunya adalah poin yang diperoleh setelah kemenangan 6-1 atas Watford dibulan November yang membawa mereka nangkring di peringkat pertama.

Seluruh pecinta sepakbola, tidak hanya di Anfield saat ini pun bisa melihat kalau saat ini Liverpool sedang berada dalam kondisi idealnya untuk meraih gelar juara pertamanya sejak 1990.

Tetapi sayang, berada diatas terbukti memiliki banyak rintangan. Dalam pertandingan melawan Bournemouth mereka mulai menghadapi tantangan dengan menelan kekalahan 3-4. Kekhawatiran musim 2013/2014 terulang kembali mulai menghantui, namun setidaknya mereka saat ini bisa menaruh harapan setelah menjadi tim tertajam dan saingan utama Chelsea di ajang perebutan gelar.

  • Terburuk : 18 Mei Dikalahkan Sevilla di Swiss
Sevilla merayakan kemenangan untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang europa league
Sevilla merayakan kemenangan untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang europa league

Secara kasat mata, tampaknya musim perdana Jurgen Klopp di Liverpool akan menghadirkan sebuah trophy. Namun mereka justru kehilangan dua kali kesempatan mendapatkan trophy setelah gagal di final.

Yang pertama adalah dikalahkan oleh Manchester City lewat adu tendangan penalti di ajang Piala Liga namun yang terburuk adalah dikalahkan oleh Sevilla dalam ajang Europa League.

Liverpool mengalahkan Augsburg, Manchester United, Borussia Dortmund dan Villarreal untuk melangkahkan kakinya ke Swiss dan Daniel Sturridge membawa Liverpool unggul babak pertama atas Sevilla. Skenario Liverpool untuk menjadi juara tampaknya akan terbukti kali ini.

Namun Sevilla menyengat di babak kedua. Kevin Gameiro menyamakan kedudukan sebelum akhirnya sepasang gol dari Coke menasbihkan Sevilla sebagai raja Europa League lewat tiga kali kemenangan beruntun.

  • Manchester City
  • Terbaik : 28 Februari, Gelar Terakhir Pellegrini
Manuel Pellegrini menggenggam Piala Liga yang diraih Manchester City
Manuel Pellegrini menggenggam Piala Liga yang diraih Manchester City

Musim terakhir Manuel Pellegrini merupakan salah satu yang tersulit bagi Manchester City. The Citizens sudah harus keluar dari perburuan gelar juara lebih awal dan mereka hanya akan berjuang untuk meraih peringkat 4. Belum lagi beredarnya kabar kedatangan Pep Guardiola yang merusak konsentrasi tim.

Namun walau demikian, pelatih asal Chile ini masih mampu memberikan gelar terakhirnya bagi Manchester City. Mengalahkan saingan kuat, Liverpool di ajang final Piala Liga lewat adu tendangan penalti. Walau gelar Piala Liga tersebut bukanlah gelar impian dari Pellegrini, namun dengan tambahan satu gelar tersebut menasbihkan dirinya menjadi manager tersukses di Manchester City sejak 1960.

Para fans City tentunya berharap penerus Pellegrini, Pep Guardiola mampu meneruskan atau bahkan melebihi pencapaian Pellegrini yang meraih satu gelar liga Inggris dan dua gelar Piala Liga.

Harapan yang kian meninggi setelah Guardiola membawa City meraih kemenangan 3-1 atas Barcelona pada babak grup Liga Champions di Etihad Stadium.

  • Terburuk : 20 Maret, Manchester United Memutus Mimpi City Menjadi Juara
Marcus Rashford mencetak gol ke gawang City yang secara efektif memupus peluang menjadi juara
Marcus Rashford mencetak gol ke gawang City yang secara efektif memupus peluang menjadi juara

Kekalahan beruntun yang diderita City atas Leicester City, Tottenham Hotspur dan Liverpool menyadarkan City kalau mereka di musim 2015/2016 tidak merupakan salah satu pesaing serius juara. Bahkan mereka saat itu juga harus tergelincir keluar dari empat besar.

Tidak bermain di Liga Champions dalam semusim pertama Pep Guardiola di Etihad Stadium tentu bukan merupakan kabar bagus. Namun hal itu kian mendekati kenyataan kala rival sekota Manchester United datang ke Etihad dan meraih kemenangan.

Gol cepat dari Marcus Rashford menjadi pembeda di pertandingan tersebut sementara di klasemen City harus berselisih 15 poin dari Leicester City di puncak.

  • Manchester United
  • Terbaik : 21 Mei, Van Gaal Persembahkan Gelar Piala FA
Van Gaal mengakhiri eranya di Manchester United dengan meraih gelar Piala FA
Van Gaal mengakhiri eranya di Manchester United dengan meraih gelar Piala FA

Saat berita Jose Mourinho diumumkan sebagai penerus Van Gaal di Manchester United, para suporter dan fans terlihat antusias dan mulai menduga kalau masa keemasan akan kembali tiba. Namun start Mourinho bersama MU sejauh ini masih jauh dari perkiraan para fans.

Justru Piala pertama Manchester United dalam tiga tahun terakhir adalah Piala FA yang dihasilkan setelah mengalahkan Crystal Palace 2-1 di tahun 2016.

Hasil tersebut mengakhiri 2 tahun tanpa gelar Van Gaal di Manchester United. Dua hari kemudian pihak klub mengumumkan kerjasama mereka telah berakhir.

  • Terburuk : 23 Oktober, Kembalinya Mourinho Ke Stamford Bridge

Tahun 2016 bisa jadi akan dilupakan oleh para pendukung setan merah. Apalagi dalam laga antara Chelsea melawan Manchester United yang berakhir dengan kedudukan cukup telak 4-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Pertandingan ini ditandai dengan kembalinya Jose Mourinho ke Stamford Bridge untuk pertama kalinya semenjak menjadi manager Manchester United. Skenarionya tidak berjalan baik untuk dirinya, setelah Pedro mencetak gol pertama hanya 30 detik setelah pertandingan berlangsung.

Gary Cahill, Eden Hazard dan N’Golo Kante menambah derita Jose Mourinho dan Manchester United di hari itu. Diakhir pertandingan, Mourinho menyebutkan kalau manager Chelsea Antonio Conte mempermalukan dirinya.

  • Tottenham Hotspur
  • Terbaik : 1 Desember, Kane menandatangani Perpanjangan Kontrak
Harry Kane menandatangani perpanjangan kontrak dengan Tottenham Hotspur
Harry Kane menandatangani perpanjangan kontrak dengan Tottenham Hotspur

Pentingnya Harry Kane bagi Tottenham Hotspur telah dimulai sejak dirinya menjadi pilihan utama sebagai juru gedor tim dengan sang pemain mencetak 31 gol di musim 2014/2015.

Setelahnya karirnya di Tottenham berjalan mulus namun dengan kontrak terbarunya yang berdurasi panjang menjadi salah satu keberhasilan The Lilywhite dalam menjaga aset berharganya dari kejaran para saingan utamanya di liga Inggris.

  • Terburuk : 2 Mei, Kehilangan Peluang Meraih gelar Juara
Emosi memuncak ketika Tottenham gagal mengalahkan Chelsea
Emosi memuncak ketika Tottenham gagal mengalahkan Chelsea

Hasil seri 2-2 dengan Chelsea pada awal bulan Mei menjadi salah satu hari terburuk Tottenham di liga Inggris. Hasil seri tersebut memutus harapan mereka untuk meraih gelar juara yang pertama sejak tahun 1961.

Hasil yang kurang konsisten menjelang berakhirnya kompetisi ditambah dengan Leicester City yang semakin klop membunuh peluang berharga tersebut.