Melihat Statistik, Apakah Sudah Bisa Dikatakan Chelsea Akan Jadi Juara Di Akhir Musim ?

0
280
Melihat Statistik, Apakah Sudah Bisa Dikatakan Chelsea Akan Jadi Juara Di Akhir Musim ?
Melihat Statistik, Apakah Sudah Bisa Dikatakan Chelsea Akan Jadi Juara Di Akhir Musim ?

Mantapbola.com, – Sebelas kemenangan beruntun merupakan sesuatu yang hanya tim juara bisa lakukan. Chelsea tidak lagi pernah kehilangan poin di liga sejak bulan September dan meraih sembilan clean sheets dalam prosesnya. Apakah ini sudah menjadi pertanda mereka akan menjadi juara di akhir musim nanti ?

Bukan hanya itu saja, poin yang mereka dapatkan di tahun 2016 ini jika digabungkan dari akhir musim lalu dan awal musim ini yang total berjumlah 73, 45 persennya dihasilkan dari rangkaian 11 kemenangan beruntun yang baru-baru ini mereka lakukan ( 33/73 ).

Liga Inggris yang akan memasuki paruh musim telah mengangkat mereka kembali ke urutan pertama untuk meraih gelar juara musim ini. Jika menilik penampilan terkini mereka, sangat pantas memang mereka menjadi juara, namun apakah itu tidak terlalu dini ?

Dari catatan sejarah yang ada terbukti hal itu sangat memungkinkan. Dari enam tim yang menjadi juara pada saat Natal, lima diantaranya menjadi juara diakhir musim. Lebih jauh lagi, ada tujuh tim sejauh ini yang mampu mencatatkan rentetan kemenangan beruntun sebanyak 10 kali atau lebih, dan hanya dua diantaranya yang gagal menjadi juara.

Dua kegagalan tersebut, salah satunya diperoleh oleh Liverpool yang gagal melanjutkan dominasi mereka menjadi juara. Dan menariknya saat ini The Reds merupakan salah satu pesaing terdekat Chelsea dipapan klasemen. Tim Jurgen Klopp, saat ini berselisih 6 poin dibawah Chelsea, dan kemungkinannya cukup besar melihat keduanya bertarung hingga akhir di bulan Mei nanti.

Apalagi Liverpool juga memiliki sejarah tersendiri dengan menjadi tim yang paling sering menjadi juara pada saat berada di urutan kedua pada saat Natal. Hal tersebut bahkan memiliki rasio cukup besar dimana mereka melakukan hal tersebut sebanyak enam kali dari delapan kali kesempatan.

Suatu rasio yang cukup tinggi, apalagi Liverpool sendiri tidak pernah mengalami kejadian serupa seperti tahun ini ( peringkat kedua saat Natal ) untuk 27 tahun lamanya. Namun Liverpool pulalah yang selalu gagal saat berada di pole position untuk menjadi juara, yaitu sebanyak tiga kali.

Kegagalan meraih gelar juara sejak terakhir tahun 1990, mungkin saja sedikit membebani para punggawa Si Merah. Bahkan ketika kesempatan terbesar  datang di musim 2013/2014 – saat itu mereka berada di puncak klasemen dengan selisih lima poin dengan tiga pertandingan tersisa – pun gagal mereka raih.

Keunggulan enam poin saat ini tentu saja akan dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin oleh Chelsea. Jika mereka gagal, maka ini adalah tim pertama sejak Liverpool di musim 2008/2009 yang membuang keunggulan lima poin atau lebih ( Liverpool bahkan saat itu unggul 7 poin dari peringkat kedua saat Natal ).

Faktanya, hanya ada tiga tim sepanjang sejarah Premier League yang disaat Natal berada di peringkat pertama dengan poin lebih tinggi dari Chelsea saat ini, namun di akhir musim gagal menjadi juara.

Chelsea sendiri telah empat kali memimpin klasemen saat Natal tiba, dan hebatnya seluruhnya mampu mereka konversi menjadi juara diakhir musim. Dan hanya sekali Chelsea meraih poin lebih tinggi dibandingkan saat ini yaitu di musim 2005/2006 yang memperoleh 46 poin. Jika mereka mampu meneruskan catatan 2,5 poin per game seperti yang ada saat ini, mereka akan meraih poin tertinggi di Premier League yaitu 96 poin.

Sebuah catatan yang menarik dari Chelsea di musim ini adalah hasil akhir yang berkebalikan 180 derajat dibandingkan awal musim. Kemenangan demi kemenangan dari Chelsea baru dimulai setelah Antonio Conte menerapkan pola dan formasi 3-4-3. Saat pertama kali dicoba, mereka langsung meraih kemenangan-kemenangan besar seperti melumat Leicester City, Manchester United dan Everton.

Namun setelah itu mereka memperoleh kemenangan-kemenangan yang relatif sulit. Dan umum hanya menghasilkan kemenangan dengan skor 1-0 seperti pada pertandingan melawan West Brom, Sunderland dan Crystal Palace.

Jika kemenangan Liverpool atas Everton pekan lalu yang dilabeli sebagai ” The win of Champions ” maka Chelsea justru telah membuktikan mampu menerapkan kemenangan-kemenangan penting seperti itu di musim ini.

Selain itu Chelsea juga telah lolos testing dalam berbagai kondisi, seperti tetap mampu meraih kemenangan bahkan dalam kondisi tertinggal lebih dahulu. Mereka melakukannya bahkan atas rival utama perebutan gelar musim ini seperti Tottenham Hotspur dan Manchester City.

Hanya satu hal menjadi ujian terakhir Chelsea menjadi juara musim ini yaitu gangguan cedera. Tak diragukan memang Chelsea memiliki sekumpulan pemain yang bermutu, namun Conte hanya menggunakan pemain tersedikit dibandingkan para rivalnya. Chelsea sejauh ini baru menggunakan 20 pemain saja, dan itu akan menjadi ujian nyata bagi Chelsea terutama saat Boxing day ini jika kehilangan pemain intinya.

Mereka akan menjamu Bournemouth di pertandingan sehari setelah Natal. Dan Conte dipastikan tidak bisa menggunakan Diego Costa dan N’Golo Kante, dua pemain yang paling berperan besar di musim ini. Diego Costa bisa jadi merupakan salah satu pemain terbaik di liga Inggris musim ini, mencetak gol lebih banyak dibandingkan pemain lain di liga ( 13 ).

Sementara Kante, merupakan bagian penting dari kesuksesan sistem baru Conte 3-4-3. Hanya Idrissa Gueye ( 114 ) yang melakukan jumlah tekel dan intersep lebih banyak dibandingkan Kante ( 99 ) musim ini.

Salah satu kelebihan utama Chelsea lainnya adalah fakta bahwa mereka tidak bermain di kompetisi Eropa dan telah tersingkir dini dari ajang Piala Liga Inggris. Persiapan lebih banyak dan recovery yang lebih lama dibandingkan tim lain akan berperan amat vital di paruh kedua musim nanti.

Selain Liverpool dan Arsenal, Conte juga telah berulang kali mengungkapkan bahwa Tottenham Hotspur dan Manchester United yang saat ini berada di peringkat kelima dan keenam bisa jadi merupakan salah satu batu sandungan mereka dalam perebutan gelar juara musim ini.

Namun akan menjadi sesuatu yang amat dramatis apabila kedua tim tersebut mampu meraih gelar juara setelah tertinggal 10 poin dan 13 poin dari Chelsea di puncak.

Bagi Manchester United tentu ini merupakan harapan. Dari catatan yang ada, hanya sekali kejadian dimana tim yang berada di peringkat keenam pada saat Natal akhirnya menjadi Juara pada musim berakhir. Pelakunya saat itu adalah Arsenal dimusim 1997/1998.

Saat itu Arsenal tertinggal 13 poin dari Manchester United menjelang Boxing day tahun 1997. Selisih poin yang sama antara MU dan Chelsea musim ini. Di paruh kedua musim, Arsenal mencatatkan penampilan istimewa, sepuluh kali kemenangan beruntun dari bulan Maret hingga Mei. Mereka sukses mengkudeta MU di puncak klasemen hingga akhirnya menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya.

Sementara Tottenham Hotspur untuk mampu mengejar Chelsea contoh nyatanya adalah musim 1996/1997 yang merupakan musim dimana tim peringkat kelima saat Natal namun mampu menjadi juara diakhir musim.

Walau saat itu Manchester United yang menjadi juara memiliki selisih 7 poin saja dengan Liverpool di puncak, dibandingkan Tottenham saat ini yang berselisih 10 poin dari Chelsea.

Apapun itu, memang sebenarnya keunggulan enam poin Chelsea ini masih sangat memiliki peluang besar bagi tim lain untuk mengejarnya. Namun dari sejarah yang ada, Chelsea jelas merupakan favorit yang ada saat ini.

Sumber :

  • Whoscored.com