Final Liga Champions : Perbandingan Kekuatan Antar Lini Juventus vs Real Madrid

0
746
Final Liga Champions : Perbandingan Kekuatan Antar Lini Juventus vs Real Madrid

Final Liga Champions : Perbandingan Kekuatan Antar Lini Juventus vs Real Madrid – Apalagi yang patut mendapatkan perhatian dari pecinta sepakbola musim 2016-2017 selain Partai Final Liga Champions 2016-2017 ? Apalagi jika mengetahui fakta bahwa siapa pun pemenang pada laga tanggal 4 Juni nanti akan menciptakan sejarah bagi masing-masing kubu. Real Madrid menjadi juara bertahan pertama di kejuaraan tertinggi Eropa ini sedangkan Juventus selain mengakhiri puasa gelar selama 21 tahun juga akan mencatatkan Treble Winner. Sungguh Laga yang patut ditunggu bukan ? …..

Bianconeri Juventus memang telah memastikan gelar Serie A dan Coppa Italia, dan sudah saatnya bagi mereka untuk memalingkan pandangan ke Cardiff tempat Final Laga Liga Champions 2016-2017 ini di helat pada tanggal 4 Juni nanti.

Juventus berada lagi di Final untuk kali yang kedua dalam tiga tahun, namun lawan yang akan mereka hadapi membuat catatan yang lebih hebat lagi. Mencapai babak final dalam dua musim beruntun dan yang ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir.

Baik Juventus dan Real Madrid datang ke partai puncak ini dengan status sebagai juara Liga di kompetisi domestiknya masing-masing. Dan seperti yang telah dibahas pada bagian depan, kedua tim sedang bersiap untuk menciptakan sejarah baik juara beruntun atau Treble Winner.

Sebelum peluit panjang tanda pertandingan di mulai pada tanggal 4 Juni nanti, marilah kita sedikit mengulas perbandingan kekuatan, lini per lini dari kedua tim ini. Kita akan membagi masing-masing tim menjadi satu unit yang terpisah dan membandingkannya satu sama lainnya.

Penjaga Gawang

Gianluigi Buffon ( Juventus ) vs Keylor Navas ( Real Madrid )

Keylor Navas bukanlah sebuah kiper yang buruk, dia sebenarnya justru merupakan penjaga gawang yang sangat baik. Penampilannya untuk Kosta Rika dalam kompetisi internasional, khususnya di Piala Dunia 2014 lalu mendapatkan banyak perhatian dan pujian. Atas penampilannya itulah ia mendapatkan kontrak dari Levante namun Real Madrid memboyongnya dengan membayar klausul kontrak miliknya.

Di Madrid ia tidak serta merta mendapatkan peran sebagai pemain inti, ia harus rela menjadi pemain cadangan pujaan publik Madrid, Iker Casillas. Hubungan Casillas yang memburuk dengan pihak klub memaksanya hengkang pada musim panas berikutnya dan sekali lagi Navas belumlah menjadi pilihan pertama di Santiago Bernabeu.

Presiden Real Madrid ternyata lebih memilih bintang Manchester United dan Spanyol David de Gea dan bahkan bermaksud untuk menggunakan Navas sebagai bagian dari kesepakatan antara MU dan Real Madrid. Kesepakatan tersebut sebenarnya telah terjadi, namun surat dan dokumentasi resmi yang tidak tepat waktu di kirimkan ke FIFA membuat kedua pemain tetap berada di klubnya masing-masing.

Peruntungan menjadi milik Navas. Ia dengan segera mengambil alih posisi nomor 1 di Real Madrid dan telah bermain di 83 pertandingan baik di La Liga maupun Liga Champions dalam dua musim terakhir.

Dia tetap mendapatkan kritik atas beberapa kesalahan yang ia lakukan namun juga telah menebusnya dengan beberapa aksi penyelamatan besar yang ia lakukan. Navas tampil sangat hebat di semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid. Memenangkan pertarungan satu lawan satu di leg pertama dan menggagalkan dua peluang Atletico lewat Yannick Carrasco dan Kevin Gameiro dengan cara yang fantastis.

Tapi membandingkannya dengan Gianluigi Buffon ? Jelas tak sepadan setidaknya menurut kami…..

Kiper Juventus ini merupakan salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dikenal dunia. Buffon masih bermain di level tertinggi walau telah berusia 39 tahun. Siapa pun yang berpikiran berbeda agaknya harus melihat kembali kualitasnya sebagai seorang tembok terakhir di lini belakang Juventus musim ini.

Aksinya saat menggagalkan peluang bersih dari Andres Iniesta pada leg pertama Perempat Final Liga Champions melawan Barcelona adalah krusial. Reflek tinggi yang diperlihatkannya saat memblok tendangan Voli dari bintang Monaco Kylian Mbappe pada Semifinal merupakan gerbang kunci yang akhirnya membawa Juventus membawa pulang kemenangan 2-0 di Monte Carlo.

Mungkin saja, Buffon bukanlah seperti saat 11 tahun yang lalu kala ia memimpin rekan-rekannya di tim nasional Italia meraih Piala Dunia ke Empat, namun jelas ia masih dan mungkin saja tetap menjadi penjaga gawang terbaik saat ini. Belum lagi kemampuannya untuk mengantisipasi umpan-umpan silang, mengorganisir area pertahanan Juventus masih tak ada duanya hingga kini.

Navas, mungkin merupakan kiper yang berada di pemain TOP namun ada berapa penjaga gawang diluar sana yang memiliki kemampuan seperti Buffon bahkan di usianya saat ini ?

Full Bek

Kelompok ini agak sedikit sulit untuk di nilai, karena banyak tergantung pada stamina dan fisik dari pemain serta melihat seberapa fit pemain tersebut. Dan seorang pemain yang membuat perbandingan ini menjadi semakin sulit adalah Dani Carvajal, yang belum lagi bermain sejak menderita cedera hamstring sesaat sebelum babak pertama berakhir dalam laga melawan Atletico Madrid pada semifinal leg pertama lalu.

Sudah menjadi rahasia umum kalau kelemahan utama Real Madrid di musim ini adalah lini belakang mereka yang rapuh. Namun, jika Dani Carvajal tak bermain, kelemahan tersebut menjadi semakin nyata apabila membandingkannya dengan pemain Full Bek Juventus.

Zidane biasanya memiliki dua opsi untuk mengatasi absennya Carvajal yaitu memasang Danilo yang selalu rawan melakukan kesalahan tak penting seperti yang hampir saja menjadi bumerang kala melawan Atletico Madrid di Leg Kedua Semi Final Liga Champions lalu atau memilih memindahkan Nacho ke sisi kanan.

Apapun pilihan yang dibuat oleh Zidane hanya akan membuat sisi kanan mereka menjadi santapan empuk dari dua pemain di kiri Juventus Mario Mandzukic dan Alex Sandro. Memasang Nacho mungkin sedikit lebih baik dibandingkan Danilo yang hanya akan menjadi mimpi buruk untuk Madrid.

Yang menarik justru adalah duel di kiri Real Madrid, Marcelo dan di sisi kanan Juventus, Dani Alves. Keduanya telah berada dalam kondisi prima jelang laga tahap akhir Liga Champions ini. Khususnya Alves, ia telah berada dalam kondisi terbaiknya sejak bulan April lalu dengan mencetak Tiga gol serta dua Assist dalam Enam laga terakhirnya.

Bagaimana pun Carvajal adalah pemain kunci bagi Real Madrid. Dan kabar baik bagi Madrid, menurut Marca ia telah lulus tes kebugaran pada hari Rabu dan sudah kembali berlatih.

DAFTAR GRATIS SBOBET BOLA MINIMAL DEPOSIT 50 RIBU RAIH CASHBACK 10% UNTUK SPORTSBOOK

Bek Tengah

Sangat membingungkan jika melihat rekor defensif Real Madrid di kejuaraan Liga Champions ini mengingat mereka sebenarnya memiliki bek tengah berkelas dunia disana.

Sergio Ramos dan Raphael Varane, diatas kertas keduanya merupakan pasangan kelas dunia. Tapi faktanya Real Madrid hanya mampu melakukan sekali Clean Sheet di Liga Champions musim ini dan telah mengoleksi 17 kali kebobolan. Padahal apa yang kurang dari kedua pemain belakang ini, mereka memiliki rataan takel bersih 1,8 ( Ramos ) dan 1,5 ( Varane ) per pertandingan. Ditambah, Ramos mahir membaca jalur bola dan piawai dalam hal intersepsi.

Jika melihat di kompetisi domestik La Liga, Real Madrid telah kemasukan sebanyak 41 gol terbanyak dibandingkan empat tim teratas di La Liga musim ini. Di duga hal ini karena keduanya belum mendapatkan hubungan yang baik diatas lapangan, sangat masuk diakal karena Varane terus diganggu cedera.

Sementara di Juventus, tidak ada kekhawatiran ini. Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini telah bermain bersama selama enam tahun terakhir. Dan dengan Buffon yang menjadi komando mereka dibawah mistar, mereka telah membentuk pertahanan terbaik di Eropa dalam enam tahun terakhir.

Di perempat final mereka telah membuktikan hal tersebut dengan membuat Barcelona tak mampu mencetak gol dalam dua leg pertandingan. Hanya ada tiga tim yang mampu melakukan hal tersebut. Dan sepanjang kompetisi, hanya tiga gol yang mampu bersarang ke gawang Buffon.

Tengah

Kategori inilah keunggulan utama Real Madrid. Jika kedua tim bermain seperti yang diharapkan, maka jelas Madrid akan mengungguli Juventus di tengah. Ketiga pemain yang di mainkan oleh Madrid ini berkualitas, World Class !

Yang pertama adalah Casemiro, karirnya di Bernabeu telah direvitalisasi sejak Zinedine Zidane mengambil alih tongkat kepelatihan di Madrid. Sejak itu, ia telah berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik. Dia rata-rata melakukan 5,1 Takel per pertandingan di Liga Champions dan 4 di La Liga.

Bukan hanya itu, ia juga berkontribusi untuk aliran bola Real Madrid. ia menyelesaikan 85 persen umpan sukses dan mencetak lima gol di seluruh kompetisi. Dengan kehadiran dirinya, ia akan memberikan keunggulan pada lini tengah yang tidak dimiliki oleh Real Madrid di semifinal dua tahun lalu.

Pemain tengah Madrid lainnya yang juga absen dalam pertemuan terakhir kedua tim di babak semifinal lalu adalah Luka Modric. Pemain Kroasia ini cedera dalam pertandingan tersebut, dan kehilangan dirinya adalah malapetaka untuk Madrid yang seketika langsung menjadi tak stabil. Di pertandingan final kali ini, ia bisa menjadi Faktor X.

Modric sangat bagus dalam bertahan dan merupakan pemain pertama yang mengalirkan bola kedepan. Ritme dari permainan Madrid ada pada dirinya, membiarkan ia bermain bebas adalah mimpi buruk bagi Juventus.

Hal yang sama juga terdapat pada Toni Kroos, seorang pemain box-to-box sejati yang telah melakukan 12 assist di La Liga musim ini hanya kalah dari Luis Suarez.

Juventus di lain sisi, juga tentu saja memiliki kelebihannya sendiri pula dan mampu bersaing. Mantan pemain Real Madrid, Sami Khedira telah menjadi titik tumpu Allegri di formasi 4-2-3-1 sejak di mulai pada bulan Januari lalu, dan pemain Jerman tersebut ternyata masih tetap bermain dan cukup sehat selama setahun penuh.

Khedira mencetak Lima gol di Serie A dan kehadirannya telah lebih menyeimbangkan skuad. Hubungan kerjasamanya dengan tandemnya di tengah Miralem Pjanic juga fenomenal. Berkat kehadiran Khedira pria Bosnia ini telah bermain jauh lebih efektif. Selama musim ini ia telah mencatatkan delapan assist dan salah satu kelebihan lainnya adalah tendangan bebas yang amat berbahaya.

Namun satu hal yang tak di miliki Juventus adalah kedalaman skuad. Dalam hal ini Jagoan Italia ini selangkah dibelakang Real Madrid. Memang bisa saja Juventus menggunakan Claudio Marchisio tetapi dengan menggunakan pemain yang belum sepenuhnya berada di kondisi terbaiknya sejak cedera lutut, tentu sangat riskan untuk partai Final Liga Champions.

Selain itu ada Tomas Rincon atau Mario Lemina dan Stefano Sturaro keduanya muda dan berkualitas tetapi seluruhnya belum memiliki jam terbang yang tinggi untuk dapat diandalkan pada laga sekelas final.

Sementara Zidane di Real Madrid dapat menggunakan pemain-pemain seperti Mateo Kovavic, Isco, Marco Asensio dan bahkan James Rodriguez yang seluruhnya memiliki kapasitas untuk mengubah jalannya sebuah pertandingan.

Untuk kategori ini rasanya memang tak diragukan Real Madrid lebih unggul dibandingkan Juventus.

Baca Juga : Prediksi Juventus vs Real Madrid

Winger

Fakta bahwa Gareth Bale sedang berjuang untuk mencapai kebugaran ideal sejak meninggalkan Clasico melawan Barcelona pada akhir April lalu biasanya akan memberikan pukulan bagi sebuah tim. Namun beruntung bagi Madrid, sejak Isco mengambil alih posisi yang ditinggalkan oleh Bale tersebut menjadikan permainan Madrid justru semakin tokcer.

Semenjak mengalami cedera melawan Sporting Lisbon pada bulan November tahun lalu, Bale memang tidak pernah lagi dapat mencapai kebugaran terbaiknya. Penampilan kembali dirinya sejak itu jauh dari kesan bersemangat. Sangat berbeda dengan Isco yang telah mendapatkan dua gol dan tiga assist dalam enam pertandingan.

Akan ada perdebatan mengenai siapa yang akan diturunkan apakah Bale atau Isco sampai formasi resmi diumumkan. Namun yang pasti satu pemain sayap lainnya sudah mutlak dan tak tersentuh akan menjadi milik seorang pemain, Cristiano Ronaldo.

Sementara untuk Juventus situasi di sayapnya lebih kompleks. Di sebelah kanan Allegri bisa saja menggunakan Juan Cuadrado atau bisa mendorong Dani Alves dan menggunakan Andrea Barzagli di belakang. Sementara di sisi kiri hampir pasti akan menjadi milik Mandzukic.

Sayap Juventus bagus dan agak konvensional namun membandingkannya dengan Madrid yang berisikan seorang Cristiano Ronaldo jelas besar pengaruhnya terlepas dari bermainnya Isco atau Bale disana.

Striker

Real Madrid yang kerap menggunakan formasi 4-3-3 hanya menggunakan seorang striker murni disana yaitu Karim Benzema. Namun pemain Perancis ini tidak sedang dalam performa terbaiknya. Ia hanya mencetak 11 gol saja di La Liga dan Lima gol di Liga Champions. Di sinilah link terlemah dari kompatriot BBC yang terkenal itu berada.

Cadangannya sementara itu justru memiliki potensi besar sebenarnya dan sangat mengenal Juventus yakni Alvaro Morata. Bahkan Morata yang kembali ke Real Madrid dari Juventus musim panas lalu telah mencetak total 20 gol di seluruh laga dan memiliki kemampuan sama baiknya dalam laga-laga menentukan termasuk Final Liga Champions ini.

Namun, dalam dua pertandingan terakhir melawan Italia, saat Morata bermain untuk Spanyol mantan rekan setimnya di Juventus telah menjadikan ia sebagai target utama untuk diredam. Dan itu berhasil.

Di sisi Juventus sendiri ada sepasang pemain Argentina Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala. Higuain merupakan seorang predator yang telah mencetak total 24 kali dalam debutnya bersama Juventus. Di Liga Champions ia memang baru mencetak 5 gol sepanjang musim namun dua golnya ke gawang Monaco telah mengembalikan kepercayaan dirinya.

Persis dibelakang Higuain ada Dybala. Sejak Allegri memindahkan posisinya sedikit kebelakang Higuain, ia seolah memiliki lisensi untuk berkeliaran bebas di area sepertiga lawan terutama ke arah kanan di mana ia acap melakukan kerjasama yang baik dengan Dani Alves.

Dalam hal penyerang, Benzema tidaklah buruk namun ia sudah berada di luar tahunnya kali ini. Higuain dan Dybala menurut pendapat kami jauh lebih efisien, tajam dan memberi pengaruh besar terhadap tim yang mereka bela.

Jika anda merupakan seorang penggemar sepakbola yang menyenangi taruhan dan judi bola, kami undang anda melakukan pendaftaran bersama kami untuk mendapatkan sebuah akun gratis Sbobet & Maxbet. Untuk melakukannya silahkan klik tautan Pendaftaran yang ada di bawah ini :