Kilas Balik Piala AFF 2010

0
203

Kilas Balik Piala AFF 2010 

Piala AFF 2010 penuh makna dan sarat drama untuk Indonesia yang kala itu menjadi tuan rumah.

Mantap bola 17 November 2016 20:00:23

Piala AFF 2010 tentu jadi yang paling diingat Indonesia saat ini. Penuh warna, dramatis dan tentu cukup mengecewakan. Tuan rumah Indonesia dan Vietnam mampu menggelarnya dengan baik. Dan stadion kerap jadi lautan merah ketika tuan rumah berlaga.

Edisi yang penuh makna untuk Indonesia. Juara menjadi target yang wajib dipenuhi oleh tim besutan Alfred Riedl itu. Tak heran bila ekspetasi ini membuat animo masyarakat sangat tinggi, dan laga Indonesia selalu membuat Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi lautan merah.

Nurdin Halid berusaha memulihkan citranya sebagai ketua umum PSSI yang sedang digoyang banyak pihak, karena dianggap paling gagal dibandingkan pemimpin sebelumnya. Kegagalan menjadi juara pun menjadi puncak keruntuhan dinasti Nurdin di kursi PSSI.

Bukan itu saja. Pasca kegagalan di final usai dibekap Malaysia dengan skor agregat 4-2 pun memunculkan isu suap yang dilempar seseorang tak jelas identitasnya, menggunakan nama Eli Cohen, seorang mata-mata Israel yang dihukum mati di Suriah pada 1965.

Menjadi tuan rumah, Indonesia dan Vietnam pun menargetkan gelar juara, dan memulai fase grup dengan mulus. Indonesia yang dibesut pelatih Alfred Riedl berada di Grup A bersama tim tangguh Malaysia, Thailand, dan kuda hitam Laos.

Indonesia mengawali laga perdana dengan meyakinkan usai menggebuk Malaysia 5-1. Selanjutnya, tim Merah-Putih membalas kekalahan di SEA Games 2009 dengan menggilas Laos enam gol tanpa balas. Di pertandingan terakhir Grup A, Indonesia menekuk Thailand 2-1. Piala AFF ini juga menjadi catatan terburuk bagi Thailand, karena mereka tak pernah mendapatkan kemenangan.

Sementara di Grup B, Vietnam membuka laga dengan meyakinkan usai meraih kemenangan telak 7-1 atas Myanmar. Namun performa Vietnam mulai mengalami penurunan. Di laga kedua, mereka mengalahkan Filipina 2-0, dan gol tunggal Nguyen Vu Phong di menit ke-32 ke gawang Singapura memberikan angka penuh bagi tuan rumah.

Semi-final Piala AFF 2010 mempertemukan Indonesia yang menjadi juara Grup A dengan Filipina. Sedangkan Vietnam melawan Malaysia. Sejumlah peristiwa pun mewarnai pagelaran empat besar yang menggunkan sistem kandang-tandang.

Indonesia mendapat keuntungan besar setelah federasi sepakbola ASEAN (AFF) memutuskan dua laga semi-final melawan Filipina digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Hal ini disebabkan AFF menganggap stadion di Filipina tidak layak untuk menggelar laga turnamen dua tahunan se-Asia Tenggara ini. Satu gol Cristian Gonzales ke gawang Neil Etheridge di masing-masing leg meloloskan Indonesia ke final.

Insiden juga terjadi di semi-final lainnya antara Malaysia dan Vietnam. Sepasang gol Safee Sali memberikan Malaysia kemenangan di Bukit Jalil. Kedua tim bermain imbang tanpa gol saat bertanding di Hanoi. Namun Malaysia dan Vietnam saling tuding para pemain mereka telah disorot sinar laser oleh fans dari masing-masing negara.

Di partai puncak, Indonesia berhadapan dengan Malaysia. Tim Merah Putih lebih diunggulkan di final, karena hanya kebobolan dua gol, dan melesakkan 13 gol dari lima laga.

Tapi Bambang Pamungkas yang terlihat superior di penyisihan grup hingga semi-final justru menelan kekalahan telak 3-0 di Bukit Jalilpada leg pertama, melalui sepasang gol Safee Sali pada menit ke-61 dan 73, serta Mohd Ashaari Shamsuddin (68).

Indonesia berusaha membalas kekalahan itu di leg kedua yang berlangsung di Stadion Utama, dan disaksikan 88 ribu penonton. Sempat tertinggal lewat gol Safee di menit ke-54, M Nasuha dan M Ridwan menumbuhkan asa tuan rumah di menit ke-73 dan 87. Namun minimnya waktu tersisa membuat Indonesia gagal mengejar ketertinggalan agregat 4-2, sehingga hanya bisa menyaksikan Malaysia mengangkat trofi Piala AFF di Jakarta.

aff-2010-malaysia_1xqmwuqq29d5b1ckhi8scl2god-1

DATA PERTANDINGAN PIALA AFF 2010

GRUP A

1 Desember – Thailand 2-2 Laos (Sarayuth Chaikamdee 67′, 90′; Konekham Inthammavong 53′, Kanlaya Sysomvang 81′)
1 Desember – Indonesia 5-1 Malaysia (Asraruddin Omar og 22′, Cristian Gonzales 33′, Muhammad Ridwan 52′, Arif Suyono 76′, Irfan Bachdim 90′; Norshahrul Idlan Talaha 18′)
4 Desember – Thailand 0-0 Malaysia
4 Desember – Laos 0-6 Indonesia (Firman Utina 26′ pen, 51′, Muhammad Ridwan 33′, Irfan Bachdim 63′, Arif Suyono 77′, Oktovianus Maniani 82′)
7 Desember – Malaysia 5-1 Laos (Amri Yahyah 4′, 41′, Amirul Hadi 74′, Norshahrul Idlan Talaha 77′, Mahali Jasuli 90′; Lamnao Singto 8′)
7 Desember – Indonesia 2-1 Thailand (Bambang Pamungkas 82′ pen, 90′ pen; Suree Sukha 69′)

GRUP B

2 Desember – Singapura 1-1 Filipina (Aleksandar Duric 65′; Chris Greatwich 90′)
2 Desember – Vietnam 7-1 Myanmar (Nguyen Anh Duc 13′, 56′, Nguyen Minh Phuong 30′, Le Tan Tai 51′, Nguyen Trong Hoang 73′, 83′, Nguyen Vu Phong 90′; Aung Kyaw Moe 16′)
5 Desember – Singapura 2-1 Myanmar (Aleksandar Duric 62′, Agu Casmir 90′; Khin Maung Lwin 13′)
5 Desember – Filipina 2-0 Vietnam (Chris Greatwich 38′, Phil Younghusband 79′)
8 Desember – Myanmar 0-0 Filipina
8 Desember – Vietnam 1-0 Singapura (Nguyen Vu Phong 32′)

SEMI-FINAL

15 Desember – Malaysia 2-0 Vietnam (Safee Sali 60′, 79′)
16 Desember – Filipina 0-1 Indonesia (Cristian Gonzales 32′)
18 Desember – Vietnam 0-0 Malaysia
18 Desember – Indonesia 1-0 Filipina (Cristian Gonzales 43′)

FINAL

26 Desember – Malaysia 3-0 Indonesia (Safee Sali 61′, 73′, Ashaari Shamsuddin 68′)
29 Desember – Indonesia 2-1 Malaysia (Mohammad Nasuha 73′, Muhammad Ridwan 87′; Safee Sali 54′)