Kilas Balik Piala AFF 2007

0
169

Kilas Balik Piala AFF 2007 

Mantap Bola 17 November, 2016

Timnas Indonesia harus gigit karena gagal lolos dari fase grup.

Untuk pertama kalinya turnamen akbar se-Asia Tenggara Piala AFF digelar tanpa dukungan sponsor utama Tiger Beer. Setelah perusahaan bir itu memutuskan untuk tak melanjutkan kemitraan. Dan Piala AFF edisi keenam ini juga menggunakan kualifikasi untuk menyaring delapan tim terbaik.

Thailand dan Singapura ditunjuk menjadi tuan rumah bersama. Berbeda dari kebiasaan sebelumnya, turnamen setiap tahun genap ini baru digelar di awal 2007.

Turnamen ini menjadi akhir bagi rezim kepelatihan Peter Withe di timnas Indonesia. Merah-Putih bergabung bersama Singapura, Vietnam, dan Laos di Grup B. Sementara, Grup A diisi Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Filipina.

Dalam perhelatan ini, Indonesia tak pernah kalah pada babak penyisihan grup, tapi penentu kegagalan tim ternyata terletak pada pertandingan perdana. Melawan Laos, Indonesia hanya mampu menang 3-1 meski meraih banyak peluang mencetak gol. Itupun setelah tertinggal 1-0 pada babak pertama.

Sementara tuan rumah Singapura mampu melibas lawan yang sama 11 gol tanpa balas! Eks striker Arema Indonesia, Noh Alam Shah mencetak tujuh gol sekaligus sehingga mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan sepanjang sejarah turnamen. Vietnam juga mampu berpesta gol atas Laos, 9-0.

Saat menghadapi lawan yang seimbang, Indonesia harus puas bermain seri melawan Vietnam dan Singapura. Dua-duanya dalam kondisi tertinggal lebih dahulu. Saktiawan Sinaga menyelamatkan angka bagi Indonesia ketika melawan Vietnam, begitu juga dengan dua gol dari penggawa Persita Tangerang, Ilham Jayakesuma dan Zaenal Arif ke gawang Singapura. Indonesia gugur di babak penyisihan grup karena kalah selisih gol.

Sepulangnya di Indonesia, mengingat persiapan Piala Asia yang akan digelar bulan Juli 2007, posisi Peter Withe dievaluasi. PSSI akhirnya memutus kerja sama sang pelatih dan menunjuk kembali Ivan Kolev sebagai arsitek tim.

Di Grup A, Thailand menjadi yang terbaik meski nyaris tersandung di laga pembuka melawan Myanmar. Malaysia menjadi pendamping karena Myanmar gagal meraih satupun kemenangan dalam turnamen.

Di babak empat besar, Singapura menaklukkan Malaysia lewat adu penalti setelah dua pertemuan berakhir sama kuat 1-1. Tiket Singapura dipastikan ketika Khyril Zambri gagal menjalankan tugas sebagai ekskutor terakhir. Singapura pun berpeluang mempertahankan gelar. Lawan mereka adalah Thailand yang lolos berkat mencuri kemenangan 2-0 di kandang Vietnam.

Kontroversi menyeruak di laga puncak. Ketika wasit Malaysia Chappanimuthu Ravichandran memberikan penalti kepada tuan rumah Singapura pada menit ke-83, para pemain Thailand serentak meninggalkan lapangan. Saat itu kedudukan 1-1 dan Thailand merasa dirugikan dengan keputusan tersebut. Setelah dibujuk selama 15 menit, Thailand akhirnya mau melanjutkan pertandingan meski kalah 2-1.

Pada laga kedua final, Singapura berhasil mempertahankan keunggulan. Meski satu gol mereka sempat dianulir karena off-side, Khairul Amri berhasil mempersembahkan gol penting pada pertemuan ini. Gol balasan Pipat Thonkaya pada menit ke-81 tidak mampu ditambah lagi oleh Thailand hingga waktu berakhir. Kekalahan Thailand bisa saja kian buruk karena Datsakorn Thonglao lolos dari kartu merah wasit setelah menyundul Khairul Amri setelah gol balasan tercipta.

Singapura merebut gelar ketiga mereka. Mereka juga mencatatkan rekor lain dengan 17 pertandingan tak terkalahkan di Piala AFF secara berturut-turut.

Vietnam's Mo Than (L) and Singapore's Agu Casmir (R) vie for the ball during the third place match of the 24th Southeast Asian Games (SEA games) in Korat, 14 December 2007.  Singapore leads 2-0 at half time.      AFP PHOTO/PHILIPPE LOPEZ (Photo credit should read PHILIPPE LOPEZ/AFP/Getty Images)

DATA PERTANDINGAN PIALA AFF 2007

GRUP A

12 Januari – Malaysia 4-0 Filipina (Hairuddin Omar 9′, 80′, Nizaruddin 16′, Anton Del Rosario og 69′)
12 Januari – Thailand 1-1 Myanmar (Suchao Nutnum 90′; Si Thu Win 25′)
14 Januari – Malaysia 0-0 Myanmar
14 Januari – Thailand 4-0 Filipina (Sarayoot Chaikamdee 15′, 28′, Pipat Thonkaya 21′, Natthaphong Samana 84′)
16 Januari – Myanmar 0-0 Filipina
16 Januari – Thailand 1-0 Malaysia (Sarayoot Chaikamdee 48′)

GRUP B

13 Januari – Indonesia 3-1 Laos (Atep 51′, 75′, Saktiawan Sinaga 67′; Sounthalay Saysongkham 13′)
13 Januari – Singapura 0-0 Vietnam
15 Januari – Indonesia 1-1 Vietnam (Saktiawan Sinaga 90′; Supardi og 35′)
15 Januari – Singapura 11-0 Laos (Muhammad Ridhuan 10′, Noh Alam Shah 11′, 24′, 61′, 72′, 76′, 88′, 90′, Shahril Ishak 47′, Khairul Amri 71′, Itimi Dickson 78′)
17 Januari – Vietnam 9-0 Laos (Le Cong Vinh 1′, 28′, 58′, Phan Thanh Binh 29′, 73′ pen, 81′, 84′, Nguyen Van Bien 45′, 90′)
17 Januari – Singapura 2-2 Indonesia (Noh Alam Shah 10′ pen, Indra Sahdan 52′; Ilham Jayakesuma 27′, Zaenal Arif 56′)

SEMI-FINAL

23 Januari – Malaysia 1-1 Singapura (Hardi Jaafar 57′; Noh Alam Shah 73′)
24 Januari – Vietnam 0-2 Thailand (Datsakorn Thonglao 28′, Pipat Thonkaya 81′)
27 Januari – Singapura 1-1 Malaysia (aet) (Muhammad Ridhuan 74′; Eddy Helmi 57′)
*Singapura menang adu penalti 5-4
28 Januari – Thailand 0-0 Vietnam

FINAL

31 Januari – Singapura 2-1 Thailand (Noh Alam Shah 17′, Mustafic Fahrudin 83′ pen; Pipat Thonkaya 50′)
4 Februari – Thailand 1-1 Singapura (Pipat Thonkaya 37′; Khairul Amri 81′)