Tak Ada Traktiran Pizza Lagi dari Ranieri

0
208

Musim lalu, Claudio Ranieri mengiming-imingi traktiran pizza untuk para pemainnya jika Leicester City mencatat clean sheet. Saat Leicester harus lekas bangkit seperti sekarang, Ranieri tak lagi menjanjikan makanan khas Italia itu.

Entah ada kaitannya atau tidak, Leicester tampil solid di lini pertahanan setelah Ranieri mengiming-imingi anak buahnya dengan traktiran pizza. The Foxes menjadi juara Premier League dan cuma kalah tiga kali di sepanjang musim. Mereka juga hanya kebobolan 36 gol, cuma kalah dari Tottenham Hotspur dan Manchester United (35 gol).

(Baca juga: Ranieri dan Makna di Balik Traktiran Pizza untuk Pasukan The Foxes)

Akan tetapi, situasi sekarang sudah jauh berbeda. Baru main delapan kali, Leicester sudah kalah empat kali. Mereka sekarang lebih dekat ke zona degradasi daripada ke puncak klasemen.

Pertahanan Leicester juga tak sekokoh musim lalu. Mereka sejauh ini telah kemasukan 14 gol dari delapan laga.

Salah satu masalah utama Leicester adalah buruknya performa mereka pada laga-laga tandang. Empat kekalahan yang mereka telan sejauh ini semuanya berasal dari laga tandang. Dari 14 gol yang bersarang di gawang Leicester, 13 di antaranya tercipta di kandang lawan.

“Musim lalu kami tidak berada di dunia ini. Kami berada di luar dunia ini. Dan sekarang kami kembali ke dunia dan kami harus bereaksi,” ujar Ranieri seperti dikutip Daily Mail.

“Apa yang terjadi musim lalu adalah sesuatu yang … itu tidak mungkin, itu gila. Sekarang kami normal. Kami adalah Leicester yang normal, yang harus berjuang,” tambahnya.

Tak akan ada iming-iming lagi dari Ranieri. Agar Leicester meraih hasil yang lebih baik, mereka dituntut untuk bekerja lebih keras.

“Kami harus bereaksi. Saya menginginkan orang-orang yang berpikir positif. Ini bukan soal energi dari kekuatan, tapi energi dari mentalitas,” tutur Ranieri.

“Ini bukan pizza, ini bukan bir. Anda harus terbiasa main di Liga Champions atau Liga Europa dan kemudian Anda berlatih,” sambungnya.

“Ketika kami main tandang, kami tidak kompetitif. Itu sangat aneh. Musim lalu kami sangat solid, sangat kuat, begitu berkonsentrasi, sangat lapar, dan sekarang kami harus mengubah pikiran kami,” kata Ranieri.