Lima Faktor Dibalik Kebangkitan Manchester United

0
255
Lima Faktor Dibalik Kebangkitan Manchester United
Lima Faktor Dibalik Kebangkitan Manchester United

Mantapbola.com, – Manchester United merangkak naik di peringkat klasemen dan kini hanya bersilih hanya 4 poin dari peringkat ke empat setelah mengemas tiga kemenangan beruntun untuk pertama kalinya sepanjang musim ini sejak bulan Agustus lalu.

Tim asuhan Jose Mourinho ini terakhir kali meraih kemenangan atas West Brom dengan skor 2 – 0 setelah sebelumnya juga meraih dua kemenangan menyakinkan atas Tottenham Hotspur dan Crystal Palace.

Rentetan kemenangan ini tentu menjadi suntikan yang amat berharga untuk United yang diawal musim ini mengemas hasil yang kurang mengesankan. Namun pertanyaannya adalah apa yang berubah di Manchester United, hingga mereka mampu tampil berbeda dibandingkan awal musim ?

Mari kita melihat 5 Faktor utama yang menjadi penentu kebangkitan Setan Merah ….

  • Ibrahimovic Kembali Menjadi Target Man

Salah satu persoalan mendasar dari Manchester United sepanjang bulan September hingga Oktober adalah tidak optimalnya barisan penyerang mereka dalam memaksimalkan peluang dan menghasilkan gol. Ibrahimovic sendiri di periode tersebut hanya mampu menghasilkan satu gol saja dari 11 penampilan, padahal di awal musim penyerang Swedia ini mampu mengemas 5 gol dari 5 penampilan.

Ibrahimovic gagal menuntaskan 8 peluang matang disepanjang periode kemandulannya, ini adalah yang terbanyak dibandingkan barisan penyerang lainnya di premier league. Kegagalan Ibra tersebut dibayar mahal oleh timnya, Manchester United yang menelan kekalahan atas Manchester City, Watford serta draw atas Liverpool, Stoke, Burnley, dan West Ham.

Tentu hilangnya kepercayaan diri dalam mencetak gol ini menjadi sinyal bahaya bagi United musim ini yang menargetkan paling tidak harus lolos ke liga Champions. Namun untungnya, Ibrahimovic dengan cepat kembali menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Diawali dari mencetak sepasang gol dalam kemenangan United atas Swansea City 3 – 1 diawal bulan November. Kini Ibrahimovic telah mengemas 10 gol dari 9 penampilan terakhirnya.

Kembalinya Ibrahimovic tentunya menjadi angin segar bagi United dimana kini setan merah perlahan tapi pasti mulai merangkak naik ke urutan ke 6 klasemen dan hanya berselisih 4 poin saja dari Arsenal di peringkat keempat.

Dalam pencapaian individu, Ibra kini bahkan bersaing dengan top skor sementara liga Inggris, Diego Costa. Ibra kini total telah mengemas 11 gol atau hanya berselisih 2 gol saja dari penyerang Chelsea tersebut.

  • Pogba Tempati Posisi Terbaik

Mourinho akhirnya kembali ke sistem dengan mengembalikan Paul Pogba di posisi terbaiknya. Pemain yang memecahkan rekor transfer dunia tersebut awalnya menempati berbagai posisi dan tugas yang berbeda-beda di awal musim. Namun kini dengan Mourinho kembali menempatkannya di posisi terbaiknya seperti di Juventus, sisi kiri dari 3 pemain tengah United, Pogba mulai menunjukkan mengapa United harus membayar mahal untuk dirinya.

Paul Pogba membawa United unggul dalam pertandingan melawan Crystal Palace
Paul Pogba membawa United unggul dalam pertandingan melawan Crystal Palace

Dalam setiap 3 penampilan terakhir United, Pogba melakukan sentuhan bola terbanyak dan melakukan lebih banyak umpan dibandingkan seluruh rekan-rekannya. Pemain berusia 23 tahun ini, melakukan tugasnya dengan baik sebagai box-to-box player. Selain itu dia juga sangat rutin melakukan tembakan-tembakan langsung yang memang menjadi spesialisasinya.

Gol pertama United melawan Crystal Palace minggu lalu juga tak terlepas dari usahanya yang melakukan tembakan langsung ini. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti memang mampu dibendung oleh penjaga gawang, namun bola rebound bisa disambar oleh Ibrahimovic menjadi gol.

Gol kedua juga merupakan kejelian dan keakuratan umpan dari Paul Pogba kepada Ibrahimovic. Pogba telah menemukan permainan terbaiknya dan United mendapatkan keuntungan atas itu.

  • Pengaruh Carrick

Yang terbaru dari kebangkitan Manchester United ini adalah kembalinya gelandang veteran Michael Carrick kedalam tim. Pemain berusia 35 tahun ini harus menunggu hingga bulan November untuk melakukan debutnya di Premier League musim ini. Namun tak tanggung-tanggung, Carrick merupakan salah satu yang terbaik diantara pemain United saat ini.

Carrick adalah jantung dan otak dari permainan Manchester United yang menggunakan skema baru dari Jose Mourinho. Pemain ini jauh dari radar yang lebih banyak menyorot dua kompatriotnya Paul Pogba dan Ibrahimovic. Dan itu adalah keuntungan besar bagi United.

Michael Carrick melakukan aplaus kearah suporter Manchester United
Michael Carrick melakukan aplaus kearah suporter Manchester United

Carrick mungkin saja tidak memiliki fisik yang sempurna seperti rekannya di tengah, Paul Pogba dan Ander Herrera, namun kecerdasannya merupakan hal mutlak yang diperlukan oleh Manchester United. Umpan dari Carrick ke Pogba merupakan kombinasi umpan terbanyak yang dilakukan oleh Manchester United dalam dua pertandingan terakhirnya.

Bahkan semenjak dirinya berada dilapangan, United tidak menderita sekali pun kekalahan dalam 12 pertandingan. Tanpa Carrick hal berbeda dialami oleh Manchester United.

Manchester United, Dengan dan Tanpa Carrick

2016/17 P W D L Win %
With Carrick 12 10 2 0 83%
Without Carrick 15 6 4 5 40%

  • Lini Belakang Yang Semakin Berkembang

Carrick menjadi salah satu benteng pertama United sebelum lawan mampu menghadapi 4 bek sejajar mereka. Namun para pemain belakang ini juga patut mendapat kredit khusus atas perkembangannya. Di awal musim para suporter Manchester United sangat gampang menunjuk duo bek tengah mereka Marcos Rojo dan Phil Jones sebagai biang kekalahan. Namun kini situasinya berubah, keduanya tampil sempurna dibelakang.

Sejak mereka berduet untuk pertama kalinya dibulan November lalu ( akibat krisis pemain belakang ), United justru tak pernah lagi kebobolan lebih dari satu gol. Di dua pertandingan terakhirnya melawan Tottenham Hotspur dan West Brom, kembali mereka memperagakan penampilan kokoh dalam mengawal benteng pertahanan Manchester United. Dan seperti yang sudah kita ketahui bersama keduanya membantu United untuk meraih Clean Sheet.

Phil Jones dan Marcos Rojo bermain mengesankan dalam beberapa pekan terakhir
Phil Jones dan Marcos Rojo bermain mengesankan dalam beberapa pekan terakhir

Marcos Rojo yang melakukan tekel dua kaki dalam pertandingan melawan Everton dan Crystal Palace menunjukkan kalau dirinya masih memiliki sisi lemah, namun Mourinho membela pemainnya dan menyanjung sisi agresif dari permainannya.

Memang Rojo dan Jones tidak sempurna dan bukannya tanpa celah, namun setidaknya statistik menunjukkan kalau duet jantung pertahanan United tersebut berada di 10 besar pemain yang paling banyak melakukan sapuan sepanjang 90 menit pertandingan. Tanpa basa basi itulah yang di inginkan Mourinho dari pemain belakangnya.

  • Semangat Tim

Jose Mourinho yang diawal musim sangat sering mendapatkan kritikan dari penggemar Manchester United, kini mulai mendapatkan standarnya sebagai seorang manajer jenius di Inggris. Usahanya untuk menemukan skema permainan terbaik untuk United patut mendapatkan apresiasi.

Secara khusus, Mourinho mendedikasikan kemenangan United atas Tottenham Hotspur bagi pemain yang sedang berada dibawah performa, Marouane Fellaini. Dan dalam beberapa pekan terakhir dia mendapatkan respeknya kembali dari para penggemar Manchester United.

Paul Pogba dan Zlatan Ibrahimovic merayakan kemenangan United di Selhurst Park
Paul Pogba dan Zlatan Ibrahimovic merayakan kemenangan United di Selhurst Park

Berdasarkan mantan pemain Manchester United yang kini menjadi pundit di SkySports Gary Neville, memiliki seorang manajer yang mampu menaikkan semangat tim adalah krusial di tim yang bermarkas di Old Trafford tersebut.

” Menurutku momentumnya adalah pada saat membangun tim ” kata Neville di acara Super Sunday di SkySports. ” Anda dapat melihat para pemain melakukan selebrasi kemenangan secara bersama-sama setelah pertandingan berlangsung dan itu adalah tanda kebersamaan yang kuat didalam tim. Apa yang kulihat saat ini di Manchester United adalah mereka sedang kembali ke idealnya.