John Terry, Kapten Terbaik Chelsea Sepanjang Masa

0
370
John Terry, Kapten Terbaik Chelsea Sepanjang Masa
John Terry, Kapten Terbaik Chelsea Sepanjang Masa

John Terry, Kapten Terbaik Chelsea Sepanjang Masa – John Terry mulai memasuki masa-masa akhirnya sebagai pemain Chelsea setelah mengumumkan akan meninggalkan klub yang telah dibelanya selama 22 tahun, di akhir musim nanti. Keputusan ini menjadi jalan tengah terbaik bagi kedua sisi, apalagi Chelsea saat ini sedang berada di pole terdepan untuk menjadi juara Liga Inggris. Sehubungan dengan hal tersebut, mari kita sejenak melihat kiprah dan karirnya yang luar biasa selama 22 tahun bersama The Blues, Chelsea …

Musim ini bisa dikatakan sebagai musim bahagia sekaligus kesedihan bagi Chelsea, kiprah mereka di musim ini begitu apik bersama manager baru Antonio Conte. Tak di jagokan di awal, klub berjulukan The Blues ini melaju kencang di puncak klasemen sementara yang hingga saat ini menyisakan 6 pertandingan lagi dan masih kokoh dengan selisih 4 poin atas Tottenham Hotspur di peringkat kedua.

Namun keceriaan tersebut mulai sedikit tertutup awan kelabu kala pihak klub dan sang pemain mengumumkan bahwa ini adalah musim terakhirnya di Chelsea Football Club, mengakhiri karir gemilangnya sebagai kapten tim selama 22 tahun. Faktor usia memang tak bisa berbohong, dengan usianya yang telah menginjak 36 tahun, Terry mulai jarang mendapatkan tempat di tim inti Antonio Conte.

Bukan sekali ini Terry menghadapi situasi serupa, sebelum kedatangan Conte tepatnya kala kursi kepelatihan di isi oleh Rafael Benitez pun ia seolah terpinggirkan. Di kucilkan oleh cedera yang terus menghampiri dirinya. Namun kala itu ia menolak untuk menyerah dan berjuang untuk mendapatkan kembali tempatnya sebagai salah satu pemain bertahan terbaik di Inggris.

Tak sia-sia, kesempatan itu datang ketika Jose Mourinho kembali ke Stamford Bridge. Mourinho yang tahu benar kapasitas dan kualitas dari JT26 memainkannya kembali sebagai pemain reguler dan menjadi simbol kebangkitan dan kesuksesan Chelsea merebut kembali gelar juara Liga Inggris di musim 2014/2015.

Hal itu serupa benar dengan yang dilakukan oleh sang pemain di musim 2004/2005 kala mengantarkan Chelsea meraih gelar juara Liga Inggris yang pertama dalam 50 tahun. Bersama dengan manager asal Portugal, Jose Mourinho keduanya dianggap bagian terbaik dari kesuksesan Chelsea.

Kapten Ikonik Chelsea

Jika anda berkesempatan untuk mengunjungi Stamford Bridge di London yang menjadi kandang Chelsea Football Club ( CFC ) cobalah palingkan pandangan anda ke arah sebuah stand yang bernama Matthew Harding Stand.

Apa yang anda lihat ? Anda akan menemukan sebuah Banner berukuran raksasa yang bertuliskan ” JT, Captain. Leader. Legend ” Potongan kata yang menggambarkan betapa mendalamnya hubungan antara suporter dengan kapten tim mereka, John Terry.

John Terry mungkin bisa saja menjadi tokoh yang tak disukai di Inggris, tapi di Stamford Bridge ia adalah seorang pejuang, seorang warrior yang memimpin Chelsea di medan pertempuran. Terry merupakan salah satu pemain terpenting dan ikonik sepanjang sejarah klub.

Ketika Roman Abramovic datang untuk pertama kalinya ke Chelsea untuk merubah susunan tim di tahun 2003, hanya Terry seorang yang tetap bertahan dalam berbagai kondisi dan perubahan manager yang terjadi. Dan banyak diantaranya justru penuh dengan kesuksesan seperti di era Jose Mourinho dan Double Gelar bersama Carlo Ancelotti.

Tak ada yang bisa menggantikan John Terry di Chelsea, bahkan tidak pula oleh seorang Jose Mourinho yang dianggap pelatih terbaik Chelsea, yang harus dua kali datang dan pergi meninggalkan Stamford Bridge. Selama masih ada John Terry maka Chelsea akan baik-baik saja.

Statistik yang telah dibuku kannya bersama Chelsea merupakan pengakuan terbaik akan bakatnya dan merupakan bukti yang tak terbantahkan betapa berartinya dirinya bagi Chelsea.

Terry telah mencatatkan 713 kali penampilan bagi The Blues sejak debutnya sebagai pemain pengganti di akhir pertandingan pada ajang Piala Liga melawan Aston Villa pada 28 Oktober 1998.

Ia berada pada urutan ketiga pemain dengan penampilan terbanyak bersama Chelsea, hanya berada dibelakang dua pemain legenda lainnya seperti Ron Harris dan Peter Bonetti. Itu termasuk mencetak 66 gol dan menjadi kapten tim sebanyak 578 pertandingan, yang menjadi rekor klub hingga kini.

DAFTAR GRATIS SBOBET BOLA MINIMAL DEPOSIT 50 RIBU RAIH CASHBACK 10% UNTUK SPORTSBOOK

Karirnya pun bergelimang kesuksesan diantaranya 4 gelar Premier League ( kemungkinan akan bertambah 1 jika Chelsea juara musim ini ), 5 Piala FA, dan 3 Piala Liga. Termasuk Double gelar yang diraihnya bersama Ancelotti di tahun 2010.

Di ajang Eropa ? Terry justru mendapatkan kehormatan untuk mengangkat Trophy Liga Champions pertama kalinya di tahun 2012, walau dirinya tidak bisa bermain di partai final melawan Bayern Munchen. Atau ketika dirinya memimpin rekan-rekannya mengangkat trophy Europa League usai menundukkan Benfica setahun kemudian.

Bagian Dari Suporter

Terry diakui sebagai bagian dari Suporter Chelsea dan dianggap merupakan perwakilan mereka diatas lapangan. Dia akan selalu ada apabila diminta untuk bermain, dan faktanya dia merupakan pemain yang berada dalam jajaran pemain terbaik di dunia untuk posisi bek tengah.

Jabatan sebagai kapten tidak hanya menjadikannya sebagai penyambung lidah manager, namun juga sebagai penghubung antara suporter dan seluruh pemain. Kerap dan acap kali terlihat ia berteriak lantang kepada rekan-rekannya ” Come On The Chels! ” ketika melihat mereka bermain dibawah standart

Tak diragukan John Terry merupakan seorang pemimpin, pemandu dan penyelamat Chelsea baik ketika bertarung untuk kejuaraan domestik berhadapan dengan Manchester United atau Arsenal atau ketika sedang bermain di Eropa baik saat kandang maupun tandang.

Sayang, di akhir musimnya ini, John Terry justru mulai kembali terpinggirkan. Bermula akibat kambuhnya cedera lututnya yang berujung pada pergantian formasi dan posisi di lini belakang oleh Antonio Conte yang mulai mempraktek kan formasi 3 pemain belakang yang di isi oleh David Luiz, Gary Cahill dan Cesar Azpilicueta. Terbukti formasi ini menuai kesuksesan yang di ikuti oleh kemenangan demi kemenangan yang diraih The Blues.

Sepanjang musim ini, hingga telah memasuki pekan ke 34, Terry baru bermain sebanyak 5 kali di ajang Liga Premier League, tiga di ajang FA Cup dan 2 ajang Piala Liga. Dan terakhir kalinya ia berada di atas lapangan terjadi pada 18 Februari lalu dalam ajang Piala FA.

Apakah dirinya akan mendapatkan sebuah pertandingan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal, tergantung kepada hasil dan keberuntungan Chelsea. Jika mereka mampu terus menjaga selisih 4 poin dengan Tottenham Hotspur maka seharusnya pada pertandingan terakhir di kandang melawan Sunderland akan menjadi pertandingan emosional dan baginya.

Setitik Noda Dalam Karir Yang Cemerlang

Bahkan ketika melihat Terry hanya duduk di bangku cadangan pun ketika Chelsea kalah 0-2 atas Manchester United di pertandingan liga lalu, suporter dan fans Manchester United akan selalu mengingat sosok Terry. Ada banyak kisah dan cerita yang tentu akan selalu di ingat oleh suporter kedua tim ini tentang John Terry.

Tak diragukan, Terry merupakan pemain yang sukses namun ada beberapa yang menyayangkan dan kontroversi yang akan selalu hadir bagi dirinya baik ketika membela Chelsea atau Tim Nasional Inggris.

Pada fans dan suporter United tentu masih mengingat dengan nyata sebuah momen ketika Terry berlinang air mata usai pertandingan final Liga Champions di tahun 2008. Kala itu pertandingan harus dilanjutkan hingga babak adu penalti, dan Terry merupakan eksekutor yang akan menendang bola untuk Chelsea, jika gol maka Chelsea akan menjadi juara.

Namun yang terjadi, Terry justru slip dan terjatuh tepat ketika menendang bola dan bola meluncur mulus membentur tiang gawang. Sebuah kejadian yang akan menghantuinya sepanjang karir.

Ketika kesempatan lain tiba, dan Chelsea yang menjadi juara Liga Champions di tahun 2012, ia justru tidak bisa bermain karena terkena kartu merah pada pertandingan semifinal melawan Barcelona. Lagi-lagi ketika Chelsea juara Piala Europa League setahun kemudian, ia juga tak bermain dalam partai final akibat menderita cedera.

Dia juga menjadi pemain yang menghiasi media massa Inggris akibat perbuatannya pada tahun 2012. Oleh FA ia mendapatkan denda sebesar £220,000 dan hukuman larangan tampil di pertandingan selama 4 pertandingan akibat melakukan tindakan rasialis terhadap pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand.

Kejadian ini berdampak pada karirnya di tim nasional Inggris, dan berujung pada pengunduran dirinya setelah bermain selama 78 penampilan bersama Inggris. FA juga melakukan langkah lanjut dengan mencabut ban kapten Terry sebuah tindakan yang memicu pengunduran diri Fabio Capello sebagai manager tim nasional Inggris.

Akhir Dari Sebuah Era

Dengan kepergiannya berarti rantai generasi yang menghubungan antara generasi lama dengan baru resmi terputus. Ia merupakan pemain terakhir yang dianggap merupakan perwakilan generasi emas sejak era Millenium lalu.

Dia merupakan mata rantai terakhir, nama besar terakhir yang disegani dan dihormati di Chelsea setelah kepergian Petr Cech, Ashley Cole, Frank Lampard dan Didier Drogba. Sekarang telah tiba saatnya bagi pemain-pemain muda Chelsea, nafas baru bagi klub untuk melanjutkan kiprah sukses mereka yang telah membangun pilar kesuksesan bagi Chelsea.

Selanjutnya, Akan Kemana ?

Klub-klub di seluruh dunia, saat ini sedang menanti kabar lanjutan dari John Terry apakah ia memutuskan untuk pensiun atau ingin melanjutkan karirnya sebagai pemain.

Satu hal yang pasti, sangat sulit baginya untuk membela klub lain di Premier League selain Chelsea. Satu hal yang sama dilakukan oleh Steven Gerrard dan Jamie Carragher di Liverpool. Namun satu klub di Premier League telah mengajukan tawaran. Manajer Bournemouth, Eddie Howe telah terang-terangan menyatakan minat mereka pada Terry dan tampaknya mereka akan kembali datang dengan tawaran baru padanya.

Selain Bournemouth, WBA juga menyatakan ketertarikan mereka. Sebagaimana kita ketahui Tony Pullis merupakan salah satu fans dari John Terry.

Selain klub Premier League masih ada lagi ketertarikan dari klub-klub luar Inggris seperti MLS di Amerika. Langkah ini juga sangat mungkin diambil mengingat mantan rekan-rekannya seperti Frank Lampard, Ashley Cole dan bahkan Gerrard juga masih bermain di sana.

Liga Super China melalui klub Guangzhou Evergrande juga telah menyatakan keinginan untuk merekrutnya. Di sana ia akan kembali bereuni dengan mantan manajer Chelsea asal Brazil, Luiz Felipe Scholari. Dan bagusnya apabila ke China, maka Terry akan bisa kembali bertemu dengan rekan setimnya Oscar di Shanghai SIPG dan Jon Obi Mikel yang bermain di Tianjin TEDA.