Apakah Harry Kane Sudah Pantas Menjadi Salah Satu Penyerang Elit Eropa ?

0
202
Apakah Harry Kane Sudah Pantas Menjadi Salah Pemain Elit Eropa ?

Tottenham Hotspur merespons positif kekalahan dan tersingkirnya mereka dari ajang Piala Europa League dengan berhasil meraih kemenangan atas Stoke City 4-0 dalam lanjutan liga utama Inggris pekan lalu. Kemenangan tersebut menjadikan kemenangan ketiga kalinya secara beruntun. Kemenangan ini sangat berarti untuk mengangkat kembali moral yang jatuh usai tersingkir di Eropa sekaligus memperpendek lagi jarak mereka dengan Chelsea di puncak klasemen yang kini berselisih 10 poin.

Selepas partai melawan Stoke, mereka akan bermain secara beruntun di kandangnya, dan ini tentu modal berharga yang tidak boleh dilepaskan begitu saja, kalau mereka masih ingin bersaing menjadi juara liga Inggris. Tiga pertandingan kedepan termasuk didalamnya adalah partai lanjutan Piala FA melawan Milwall, bulan depan.

Realistis, Piala FA adalah satu-satunya ajang atau Piala yang bisa memungkinkan untuk mereka raih pada musim ini. Chelsea yang berjarak 10 poin kelihatannya sangat berat untuk dilewati. Namun akan lain ceritanya apabila menceritakan penghargaan individu pemain musim ini.

Penyerang andalannya, Harry Kane berhasil mengamankan jalannya untuk mendapatkan sepatu emas keduanya secara beruntun setelah mencetak tri gol. Hat-trick yang dicetaknya hanya dalam babak pertama tersebut membawanya kini mengoleksi 17 gol di ajang liga Inggris musim ini, dan untuk saat ini, tak ada seorang pemain lain pun di Inggris yang mampu mencetak gol melebihi dirinya. Sepanjang musim 2017 ini sendiri, Kane telah mencetak tiga kali Hat-trick, dua lainnya dikemas kala melawan West Brom dan Fulham.

Gol pertamanya melawan Stoke, merupakan sejarah karena itulah gol-nya yang ke seratus bersama Tottenham Hotspur yang dicetak melalui kemampuannya sebagai penyerang tengah, sementara gol kedua memamerkan kemampuan teknis yang luar biasa dengan melewati Lee Grant lewat sebuah tendangan setengah voli.

Sementara untuk gol ketiga, yah…mungkin saja bisa dikatakan ada faktor Luck disana, dimana tendangan bebas yang dieksekusi oleh penyerang Inggris ini sempat membentur kaki Peter Crouch dan membelok kan bola mengecoh Grant yang telah lebih dulu bergerak. Gol tersebut menjadi gol ke 17, Kane sejauh ini di liga Inggris dan sekali mengirimkan sinyal kuat, kalau dirinya merupakan kandidat serius sepatu emas musim ini.

Mari kita bedah kekuatan utama dari seorang Harry Kane yang kami dapatkan dari Whoscored.com

Harry Kane Karakteristik

  • Menyelesaikan Peluang —> Kuat
  • Finishing —> Kuat
  • Long Shots —> Kuat

Tipe Permainan Harry Kane

  • Menyenangi bola panjang
  • Banyak memainkan bola
  • Ancaman utama saat situasi bola mati
  • Suka melakukan long shot atau tendangan jarak jauh
  • Suka melakukan dribel bola

Melihat Kane agaknya memang tak diragukan dia merupakan salah satu striker terbaik yang di miliki Inggris saat ini. Namun pertanyaannya sekarang adalah apakah Kane sudah dapat dianggap sebagai salah satu striker terbaik di benua Eropa ? Tembakan per game-nya mungkin telah turun dari 4,2 per pertandingan, menjadi hanya 3, yang menunjukkan bahwa ia merupakan pemain yang diwaspadai oleh para bek lawan.

Dengan demikian, itu sedikit mengejutkan bahwa dengan jumlah tembakan yang menurun, dan jumlah peluang yang juga semakin sedikit dimana Kane kini lebih sering bermain ke pinggir lapangan untuk memberi ruang kepada rekan setimnya. Namun, gol per pertandingan dalam dua pertandingan terakhir justru semakin meningkat dari 0,7% ke 0,8% dengan tingkat konversi yang mengesankan 27%.

Dari 44 pemain yang telah mencetak 10 atau lebih gol musim ini, tingkat konversi Kane adalah yang terbaik kelima di Eropa lima saat ini, dengan Alexandre Lacazette (31%), Falcao (29,6%), Edinson Cavani (28,3%) dan Iago Aspas (27,7%) yang hanya mampu mencetak konversi gol di atas bintang Spurs.

11 dari 17 golnya jelas peluang mencetak gol dan menunjukkan sifat oportunisnya di depan gawang lawan sedangkan empat di antaranya lahir dari titik penalti. Hal ini menunjukkan jelas bagaimana baiknya seorang Harry Kane ketika menemukan peluang di depan gawang.

Dan hanya nama-nama diatas pula yang mampu mencetak rasio lebih tinggi dari seorang Harry Kane di Eropa yaitu 88,5% dari gol Cavani, Lacazette (81,2%) dekat di belakang. Lalu ada 76,9% dari gol Aspas, sementara Falcao (68,8%) hanya berselisih sedikit dengan Kane yang memiliki rasio peluang mencetak gol sebesar 64,7%. Untuk jelasnya lihat bagan berikut ini yang kami dapatkan dari website whoscored.com

Pada tingkat mencetak golnya seperti saat ini, Kane seharusnya mampu memecahkan rekor 25 gol, sebuah prestasi yang bahkan tidak mampu dicapai lagi oleh penyerang-penyerang di liga Inggris sejak Robin van Persie untuk Arsenal dan Manchester United.

Untuk tim yang sama, jika nanti mampu dan dimusim depan tetap mengkilap, Kane akan mengikuti jejak Thierry Henry, yang mencetak 25 gol atau lebih dalam satu musim di tiga kampanye berjalan antara tahun 2003 hingga 2006. Meskipun sempat diragukan dan mendapatkan banyak kritikan atas penampilannya dimasa lalu, namun pemain 23 tahun ini secara pasti membuktikan kepada orang-orang yang ragu atas kapabilitasnya tersebut salah dengan menjadi salah satu dari penyerang-penyerang yang paling menakutkan saat ini di Eropa.

Sumber :

  • Whoscored
  • Wikipedia
  • Skysports
  • Berbagai artikel lainnya